Demi Menjaring Usulan Desa, Bappelitbang Kabupaten Ngawi Adakan Pelatihan Simrenbangda Bagi Operator Desa se-Kabupaten Ngawi

Demi Menjaring Usulan Desa, Bappelitbang Kabupaten Ngawi Adakan Pelatihan Simrenbangda Bagi Operator Desa se-Kabupaten Ngawi

Perkembangan informasi dan teknologi  yang semakin maju merupakan sebuah keniscayaan. Kehidupan masyarakat milenial disegala bidang tidak pernah lepas dari hal tersebut.  Menyadari akan hal itu Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Ngawi menyediakan sebuah sistem layanan aplikasi  yang disebut  Sistem Informasi dan Manajemen Perencanaan Pembangunan Daerah atau yang dikenal dengan istilah (Simrenbangda). Simrenbangda  merupakan sistem berbasis master data base online (web base) yang dibangun untuk mengelola perencanaan pembangunan daerah agar berjalan efektif dan  efisien. Bappelitbang Kabupaten Ngawi mengundang operator desa se-Kabupaten Ngawi untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan mulai 21 sampai dengan 24 Januari 2019 yang nantinya akan ditindaklanjuti pemerintah desa untuk mengajukan usulan desa kepada Bupati Ngawi melalui Kepala Bappelitbang dengan melakukan input DURKP desa ke dalam aplikasi Simrenbangda mulai tanggal 25-30 Januari 2019. Dalam kesempatan itu turut diundang juga pendamping komisi bidang DPRD yang akan melakukan pendampingan input untuk dana reses DPRD.

Menurut  Kepala Bappelitbang Kabupaten Ngawi, Indah Kusumawarhani, SP, M.Si sehubungan dengan pelaksanaan Musrenbang Tahun 2019 guna penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPD) Tahun 2020 dan dalam rangka pengintegrasian perencanaan yang partisipasif dan bottom up maka perlu penjaringan usulan dari Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DURKP Desa) yang menjadi prioritas desa untuk disinkronkan dengan Rancangan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD) tahun 2020. Pelatihan ini tidak saja bertujuan untuk melaksanakan kegiatan teknis  tentang pengoperasian aplikasi input data usulan perencanaan pembangunan desa, namun juga sebagai upaya penjaringan dan penyelarasan DURKP Desa yang sifatnya bottom up dengan Renja-PD yang sifatnya top down.

Usulan dimaksud adalah 7 (tujuh) usulan belanja langsung prioritas perangkat daerah dan 2 (dua) usulan belanja tidak langsung berupa bantuan keuangan kepada pemerintah desa. Usulan belanja langsung terdiri dari 2 usulan pembangunan desa, 2 usulan bidang pembinaan kemasyarakatan dan 3 usulan bidang pemberdayaan masyarakat. Sedangakan usulan belanja tidak langsung  terdiri dari 2 usulan bantuan keuangan infrastruktur desa.

Dalam perlatihan yang dilaksanakan di Notosuman Convention & Restaurant tersebut hadir nara sumber dari Bappelitbang Kabupaten Ngawi yang diwakili oleh Kasubag Perencanaan Didik Nurhadi dan Darwanto selaku perwakilan penyedia (vendor) aplikasi Simrenbangda dari Digi-net Yogyakarta yang memberikan bimbingan teknis pengoperasian aplikasi.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Sampah, Berkah Bagi Yang Mengambil Hikmah

Sampah, Berkah Bagi Yang Mengambil Hikmah

Kehidupan manusia tidak bisa lepas dari sampah yang merupakan salah satu dampak yang ditimbulkan dari pemenuhan kebutuhan manusia. Mulai dari sampah rumah tangga, industri dan lain-lain, baik berupa sampah organik maupun anorganik. Pada umumnya masyarakat kita menangani dan mengurangi volume sampah dengan membakarnya, tapi ternyata itu tidak serta merta menyelesaikan masalah justru menimbulkan masalah baru berupa polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan dalam jangka waktu panjang akan merusak lapisan atmosfir bumi. Hal ini tentu saja berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia pada waktu yang akan datang. Sampah tidak lagi menjadi permasalahan nasional akan tetapi menjadi ancaman global.

Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan sampah menekankan tentang perlunya perubahan pola pengelolaan sampah konvensional menjadi pengelolaan sampah yang bertumpu pada pengurangan dan penanganan sampah. Metode dan penanganan sampah secara benar akan mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Pengurangan sampah dapat dilakukan dengan kegiatan pembatasan timbunan sampah, mendaur ulang dan memanfaatkan kembali sampah atau bahasa kerennya dikenal dengan 3R (Reduce, Reuse,dan Recycle). Hal itu memang tidak mudah untuk dilakukan. Perlu ada kesadaran dan sinergi di semua lini masyarakat, pemerintah, lembaga masyarakat dan tentu saja manusia secara individu.

Contoh sederhana pembatasan timbunan sampah dapat dilakukan dengan mengurangi kebiasaan minum minuman kemasan botol, mengurangi (reduce)penggunaan kantong plastik untuk berbelanja. Masyarakat bisa membawa kantong kain atau tas belanja dari rumah sebagai pengganti kantong plastik yang dapat digunakan lagi (reuse).

Kegiatan yang dilaksanakan Bank Sampah “Guyub Rukun”

Upaya daur ulang (recycle) inilah yang dilakukan masyarakat desa Sambiroto. Sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya pengelolaan sampah maka masyarakat desa Sambiroto yang di inisiasi oleh bidan desa setempat membentuk kelompok yang beranggotakan warga dari lingkungan rukun tetangga (RT) untuk mendirikan bank sampah. Dari sini diharapkan paradigma masyarakat sedikit-demi sedikit berubah ke arah yang lebih baik. Sampah tidak lagi hanya sebagai masalah bagi masyarakat dan lingkungan namun juga memiliki nilai ekonomis yang dapat memberikan manfaat. Desa Sambiroto terdiri dari 16 rukun tetangga, artinya ada 16 bank sampah yang terbentuk di desa Sambiroto, 1 bank sampah untuk 1 rukun tetangga. Meskipun baru dibentuk akhir tahun lalu masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Bank sampah “Guyub Rukun” yang berada di lingkungan RT 001 RW 002 Dusun Sambiroto II adalah salah satu potret tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam penanganan sampah, terutama sampah anorganik seperti kardus, plastik, metal/besi yang tidak bisa terurai dalam waktu puluhan tahun. Setiap anggota bank sampah “Guyub Rukun” mengumpulkan sampah anorganik pada hari minggu di minggu ketiga setiap bulannya bersamaan dengan kegiatan senam pagi. Sampah rumah tangga yang dibawa warga ditimbang dan diuangkan ke dalam buku tabungan bank sampah. Nantinya sampah anorganik yang berupa plastik, botol minuman yang terbuat dari plastik, kardus yang terkumpul akan dijual ke pengepul. Menurut pengurus bank sampah “Guyub Rukun” kegiatan ini pertama kalinya di laksanakan (20/01/2019) dan telah terkumpul 28 Kg sampah yang per kilogramnya dihargai sebesar Rp 1.000,- (seribu rupiah) dari 21 orang anggota. Mereka berharap suatu saat nanti kegiatan ini bisa berkembang tidak hanya sebatas menjual sampah anorganik saja namun sampah yang terkumpul bisa dikonversi menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi seperti aksesoris, kerajinan tangan dll.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Waspada Demam Berdarah Dengue, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi Bersama Masyarakat Laksanakan Fogging Dan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Waspada Demam Berdarah Dengue, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi Bersama Masyarakat Laksanakan Fogging Dan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Pertengahan bulan januari ini wilayah kabupaten Ngawi telah memasuki musim penghujan. Hal itu tentu saja merupakan hal yang menggemberikan bagi masyarakat Ngawi yang nota bene bermata pencaharian sebagai petani. Meskipun intensitas hujan pada musim ini cenderung menurun dibandingkan dengan tahun lalu, paling tidak dapat menumbuhkan asa bagi para petani untuk bercocok tanam. Namun seperti halnya yang terjadi setiap tahun, datangnya musim penghujan diiringi dengan bertambahnya populsi nyamuk, termasuk nyamuk aedes aegypti yang berpotensi menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menindaklnjuti adanya laporan penemuan kasus penderita Demam Berdarah Dengue di Desa Sambiroto, Jumat (18/01/20190) Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi berupaya mengadakan pencegahan penyebaran dengan cara penyemprotan/pengasapan dalam rumah (fogging) di sekitar penderita dengan radius 200 meter. Dengan dibantu warga setempat para petugas dari Dinas Kesehatan yang berjumlah 10 orang dengan 4 mesin fogging menyisir rumah warga untuk melakukan pengasapan.

Kepala Desa Sambiroto Beserta Bidan Desa dan Tim Fogging Dinas Kesehatan Ngawi

Menurut Jaswadi, SKM Kasi P3M Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi menyebutkan sasaran atau target kegiatan ini terdapat 2 (dua) titik, yaitu di Dusun Sambiroto I RT 001 RW 001  dan lokasi yang lain di Dusun Bolo I RT 003 RW 003. Hal itu dikarenakan lokasi tersebut  ditemukan penderita DBD yang berarti endemik atau sumber penyebaran DBD nyamuk aedes aegypti . Lebih lanjut Jaswadi, SKM menjelaskan untuk lebih mengoptimalkan pencegahan penyebaran nyamuk ini rencananya fogging akan dilakukan lagi pada siklus-2, Jumat (24/01/2019). Tidak tinggal diam bidan desa setempat menggerakkan 16 kader yang tersebar di tiap rukun tetangga melakukan pemberantasan jentik-jentik nyamuk dengan memberikan serbuk abate untuk dimasukkan dalam bak-bak tampungan air dan tempat penampungan air lainnya disertai dengan memberikan sosialisasi tentang cara pencegahan berkembangnya telur dan jentik nyamuk. Ditemui di sela-sela kegiatannya Siti Munawaroh, bidan desa Sambiroto menyebutkan sampai pertengahan januari tahun ini saja terdapat 8 kasus penderita DBD di Sambiroto, dan 40 penderita yang berada  di seluruh wilayah Kecamatan Padas. Kemungkinan data itu masih bertambah lagi lantaran tidak semua penderita datang untuk berobat di Puskesmas Padas.

Kader posyandu memberikan serbuk abate dan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk

Senada dengan itu, terjadinya peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngawi khususnya di Kecamatan Padas  membuat Camat Padas  Harsoyo, SE. M.Si tidak mau kecolongan lagi dengan menginstruksikan jajaran Kepala Desa se-wilayah Kecamatan Padas untuk melakukan pemberantasan DBD melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)  3 M plus (+) yaitu:

  • Menguras tempat-tempat penampungan air seminggu 2 kali, seperti gentong, bak mandi, dll.
  • Menutup semua tempat penampungan air.
  • Mengubur barang-barang bekas seperti pecahan botol/kaca, tempurung kelapa, kaleng bekas, plastik dll yang dapat menampung air di lingkungan sekitar.
  • Mengalirkan air yang tergenang.
  • Melipat pakaian atau tidak menggantung pakaian didalam rumah, membersihkan lingkungan dari semak-semak yang dapat menjadi tempat berlindungnya nyamuk.
  • Memasang kelambu, lotion atau obat nyamuk yang sesuai.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi Bagikan Sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2018

Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi Bagikan Sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2018

Rona keceriaan tampak tersirat di wajah masyarakat yang hadir. Sesuai hasil rapat koordinasi panitia program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018 Desa Sambiroto dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi menyepakati untuk menyerahkan sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 pada hari Selasa, 12/01/2019. Dari 802 permohonan telah diterbitkan dan akan diserahkan sejumlah 448 sertifikat tanah pada gelombang pertama dan sisanya akan diserahkan gelombang kedua. Hadir dalam acara tersebut Camat Padas didampingi Kepala Desa Sambiroto menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada masyarakat.

Penyerahan Sertifikat Program PTSL Tahun 2108 Secara Simbolis oleh Camat Padas Harsoyo, SE.MSi

Sebagaimana diketahui pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional berkomitmen untuk mewujudkan tanah untuk keadilan ruang hidup bagi rakyat, yang merupakan implementasi dari Nawacita atau sembilan agenda prioritas Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019. Untuk merealisasikan hal tersebut Kementerian ATR/BPN telah menetap kan 3 (tiga) program prioritas yaitu peningkatan kualitas penataan ruang, peningkatan kualitas pelayanan, dan peningkatan penanganan sengketa pertanahan.

Salah satu perwujudan dari peningkatan kualitas pelayanan pertanahan dan sekaligus memberikan jaminan kepastian hukum atas tanah adalah dengan dilaksanakannya Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017.

Dilansir dari laman kini.co.id selama kurun waktu 2018 pemerintah telah membagikan 9,4 juta sertifikat tanah. Jumlah tersebut melebihi dari target yang ditetapkan yakni sebanyak 7 juta sertifikat. Sumber: http://nasional.kini.co.id/2019/01/06/31015/sertifikat-tanah-yang-dibagikan-capai-9-juta-lembar-selama-2018 Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi sendiri mentargetkan sebanyak 63 ribu sertifikat untuk wilayah kerjanya di tahun 2018 dan akan bertambah lagi sebanyak 65 ribu sertifikat di tahun 2019 mengingat masih banyak desa yang belum tercover program PTSL di tahun 2018.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0