Yang Muda Yang Berkarya , “ENJANG PELANGI” Batik Jumput Wong Ngawi

Yang Muda Yang Berkarya , “ENJANG PELANGI” Batik Jumput Wong Ngawi

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID. Apa yang terlintas dipikiran anda ketika mendengar atau membaca istilah “fashion”? Secara umum pasti  yang terbersit di benak anda adalah pakaian dengan berbagai model dan aksesorisnya. Terkadang luput dari perhatian kita bahwasannya dibalik itu ada nilai-nilai seni, esteti ka, budaya dan kearifan lokal yang senantiasa berkembang setiap saat. Hal itu tentu saja dibutuhkan inovasi dan kreatifitas.

Adalah Ajeng Estu Trisnawatie, S.Pd owner (pemilik) usaha batik jumput wong ngawi berlabel “Enjang Pelangi”. Percaya atau tidak ketika ditanya awal mula menekuni dunia batik dimulai dari sebuah keterpaksaan, “terpaksa”, jawabnya lugas. Tahun 2013 sempat menekuni industri kreatif pembuatan mahar perkawinan, sepatu lukis dan kaos lukis yang memenuhi permintaan pasar lokal maupun luar kota.

Berbagai Penghargaan yang diraih Ajeng Estu Trisnawatie, S. Pd

Lihat Profil Enjang Pelangi di sini

Ditemui di galerinya (24/02/2019), Ajeng menjelaskan dengan dibantu 8 orang karyawati “Enjang Pelangi” memproduksi  berbagai macam jenis batik dengan teknik pengerjaan yang berbeda diantaranya, batik jumput, batik jumputan, batik cap, dan batik kontemporer. Di desain dengan berbagai macam motif yang menarik seperti motif gading, motif isen jejeg, motif puspo ranum, dan banyak motif lainnya. Tidak hanya melayani pemesanan kain batik jadi, bahkan demi kepuasan pelanggan juga melayani pemesanan motif oleh pembeli,  “tapi untuk yang satu ini kami memproduksi secara terbatas (limited edition)”, artinya ketika motif itu sudah keluar dan beredar di pasaran maka tidak akan diproduksi lagi.

“Enjang Pelangi” Bazar Produk Unggulan Kabupaten Ngawi saat Kunjungan Kerja Presiden

Dengan harga yang dibanderol  berkisar antara lima puluh ribu sampai dengan ratusan ribu rupiah produk batiknya memiliki pangsa pasar yang luas, mulai masyarakat ekonomi kelas bawah, menengah sampai kalangan pejabat.  Sebagian besar pemasaran masih di Ngawi dan sekitarnya, tapi kurang lebih 30% sudah merambah Tangeranng bahkan Kalimantan,  khususnya untuk Batik Kontemporer”. Untuk menembus persaingan pasar yang ketat “Enjang Pelangi”  menggunakan media online seperti facebook dan aktif mengikuti berbagai  pameran, festival sebagai strategi marketing. Ketika kunjungan Presiden Joko Widodo di Ngawi awal bulan ini Enjang Pelangi juga berkesempatan ambil bagian memperkenalkan batik jumput wong ngawi sebagai produk unggulan Kabupaten Ngawi.

Ms. Julia (wisman Jerman) sedang belajar membatik di Galeri Enjang Pelangi

Ada kisah menarik yang disampaikan Ajeng mengenai seorang bule yang berkunjung ke galerinya untuk mengenal lebih dekat dengan dunia batik-membatik. Sekitar sebulan lalu Julia, wisatawan mancanegara asal Jerman belajar membatik di galeri Enjang Pelangi. Julia mengaku di negaranya juga ada galeri batik, akhirnya karena penasaran tentang proses pembuatannya maka dia menyempatkan diri belajar membatik di sela-sela liburannya di Indonesia. (eMKa)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Presiden Sambangi Ngawi Dalam Rangkaian Kunjungan Kerja

Presiden Sambangi Ngawi Dalam Rangkaian Kunjungan Kerja

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID. Presiden RI bapak Joko Widodo dalam rangkaian kunjungan kerja di Jawa Timur dan Jawa Tengah  mengunjungi Ngawi dengan mengagendakan beberapa kegiatan (01/02/2019).  Rencana semula Ngawi adalah kota kedua yang dikunjungi presiden setelah Magetan, namun ada perubahan jadwal sehingga presiden mengunjungi Ngawi terlebih dahulu. Diawali dengan mengunjungi benteng “VAN DEN BOSCH” atau lebih dikenal dengan sebutan benteng pendem.  Jokowi yang waktu itu didampingi Bupati Ngawi Budi Sulistyono berkesempatan melihat secara langsung benteng peninggalan Hindia Belanda (VOC) yang didirikan Tahun 1845 itu. Setelah selesai  menyusuri area dalam benteng Presiden yang ditemui awak media berjanji akan melakukan renovasi terhadap aset daerah yang mempunyai nilai historis tersebut. Namun presiden mengingatkan bahwa memang perlu proses yang agak lama untuk merealisasikannya karena tidak bisa sembarangan harus mmempertimbangkan kaidah-kaidah kepurbakalaan. Presiden menyatakan bahwa anggaran akan diambil dari pemerintah pusat. “Setengah di tahun ini, dan setengah lagi ditahun depan”, begitu pernyataan beliau. Dilokasi yang sama juga diadakan bazar produk unggulan Ngawi.

Suasana Pengamanan Pintuk Masuk Masjid Baiturrohman Sebelum Kedaatangan Presiden

Agenda selanjutnya presiden beserta rombongan melaksanakan ibadah sholat jum’at di masjid agung Baiturrohman Ngawi dilanjutkan dengan pembagian sertifikat tanah wakaf. Hadir bersama presiden, Menteri Agraria dan Tata Ruang merangkap kepala BPN Sofyan Djalil, Bupati Ngawi beserta  jajaranya, dan peserta penerima sertipikat tanah wakaf. Menurut sumber dari BPN Ngawi hari itu sebanyak 12 rombongan dari Kantor BPN Kabupaten/Kota diundang sebagai peserta penerima sertipikat tanah wakaf. Negara hadir untuk menjamin hak hukum atas tanah warga negara dengan menghadirkan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Presiden berharap dengan diterbitkannya sertipikat tanah wakaf ini tidak akan ada lagi sengketa tanah yang dapat mengganggu kenyamanan warga untuk melaksanakan ibadah keagamaan, khususnya untuk tanah wakaf yang diperuntukkan rumah ibadah seperti masjid dan mushola. Dari tujuh juta sertipikat yang ditargetkan presiden selama tahun 2018 alhamdulillah telah malampaui batas, BPN telah menerbitkan sebanyak sembilan juta lebih sertipikat. Tahun 2019 ini presiden menargetkan sembilan juta sertipikat untuk diterbitkan.  Presiden menegaskan pentingnya sebuah target untuk semua program pemerintah termasuk program pendaftaran tanah sistimatis lengkap.

Pembagian Sertipikat Tanah Wakaf Oleh Presiden

Dalam sambutannya beliau berpesan bahwa Indonesia adalah negara yang besar, memiliki lebih dari 17.503 pulau dan 1.340 suku bangsa dan 300 kelompok etnik yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dan hal ini seharusnya menjadi modal utama untuk kemajuan negara. Presiden juga menyampaiakan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, terlebih lagi bangsa Indonesia akan segera melaksanakan pesta demokrasi pemilu 2019. Jangan sampai karena ada pemilihan presiden, pemilihan gubernur, pemilihan bupati, bahkan pemilihan kepala desa negara kita terpecah belah. Setelah membagikan sertipikat tanah wakaf secara simbolis kepada 12 penerima yang mewakili daerah kabupaten/kota di jawa timur rombongan bergegas melanjutkan agenda yang telah dijadwalkan di Kabupaten Magetan.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0