Musyawarah Desa Penyusunan RKP-Desa Tahun Anggaran 2020

Musyawarah Desa Penyusunan RKP-Desa Tahun Anggaran 2020

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID-Dalam rangka mempersiapkan program pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang dan sebagai implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Perencanaan Pembangunan Desa , maka dari itu Pemerintah Desa Sambiroto menggelar Musyawarah Desa (MusDes) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa), Selasa 30 Juli 2019.

Musyawarah desa ini dihadiri Sudiro, S.Sos Kepala Seksi Pemberdayaan  Desa Kecamatan Padas, Marsono (Penjabat Kepala Desa Sambiroto), Sri Mulyono (Kepala Desa Terpilih), unsur perangkat desa, BPD, ketua RT/RW, tokoh masyarakat. Pelaksanaan Musdes kali ini sedikit berbeda dengan biasanya karena dilaksanakan pada malam hari mengingat jadwal kegiatan pemerintahan yang padat sesuai jadwal yang dirilis Kecamatan Padas.

Dalam rapat yang dilaksanakan di balai desa tersebut  Sudiro, S.Sos menjelaskan bahwa penyusunan RKPDesa merupakan alur penting pelaksanaan pembangunan kedepan. Dengan menempatkan skala prioritas pada wilayah-wilayah yang masih minim dan belum terjamah kegiatan pembangunan. Untuk tahun anggaran 2020 beliau juga menuturkan adanya pembangunan yang bersumber dari dana stimulasi kecamatan.

Acara dilanjutkan dengan penyerapan aspirasi berupa penggalian usulan dari tiap-tiap dusun. Penjabat Kepala Desa mengharapkan agar usulan yang disampaikan tidak hanya sebatas kegiatan pembangunan fisik, namun juga kegiatan program pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sehingga mampu mengangkat taraf hidupnya.

Setelah melalui beberapa pertimbangan, dari sepuluh usulan yang disampaikan akhirnya disepakati 6 usulan yang menjadi skala prioritas rencana kerja pembangunan desa untuk tahun anggaran 2020 selanjutnya dituangkan dalam berita acara musyawarah desa. (eMKa)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PJ Kades Sambiroto Pimpin Rakor Perdana

PJ Kades Sambiroto Pimpin Rakor Perdana

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID-Menyongsong bulan agustus depan beberapa agenda penting kegiatan desa menunggu untuk dilaksanakan. Diantaranya lanjutan kegiatan bersih desa, peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 dan agenda-agenda penting lainnya. Mengingat pentingnya perencanaan dalam setiap kegiatan maka penjabat (Pj) Kepala Desa Sambiroto memandang perlu untuk segera melakukan rapat koordinasi dengan jajaran perangkat desa. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana progres kegiatan desa , mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan serta menyusun perencanaan kegiatan kedepan agar dapat dilaksanakan dengan baik.

Bertempat di Kantor Desa (Selasa, 30/07/2019) rapat koordinasi yang dihadiri seluruh jajaran perangkat desa Sambiroto ini merupakan rapat perdana yang dipimpin oleh  Marsono selaku Penjabat Kepala Desa Sambiroto dimasa pemerintahannya.

Dalam arahannya beliau menekankan tentang optimaliasasi penarikan pajak oleh petugas pemungut pajak dalam hal ini kepala dusun untuk segera mengambil langkah-langkah agar setoran pajak dapat mencapai 75% dari total baku setoran pajak diwlayahnya. Hanya dengan prasyarat capaian prosentase tersebut pemerintah desa mendapatkan rekomendasi camat untuk pencairan DD dan ADD untuk tahap ke-2. Mengingat sampai bulan juli pajak yang sudah disetor baru mencapai kisaran 40%.

Hasil rapat disepakati tentang lanjutan pelaksanaan kegiatan bersih desa atau “nyadran”  dengan diselenggarakannya doa bersama dan pelestarian budaya ”tayub” pada tanggal 9 agustus 2019. Menyangkut pelaksanaan peringatan HUT RI ke-74, kegiatan yang wacana semula dilaksanakan terpisah di wilayah dusun akhirnya diputuskan akan diselenggarakan terpusat di desa. (eMKa)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Pemdes Sambiroto Gelar Pengajian Umum Dalam Rangka Bersih Desa

Pemdes Sambiroto Gelar Pengajian Umum Dalam Rangka Bersih Desa

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Pemerintah Desa Sambiroto mulai tahun anggaran 2015 telah menjadikan pengajian umum sebagai agenda tetap tahunan. Bahkan terhitung sejak 2018 dilaksanakan dua kali dalam satu tahun dengan lokasi yang berbeda yang dilaksanakan oleh panitia dusun secara bergilir. Tercatat  sejak 2015 agenda pengajian umum ini telah dilaksanakan sebanyak  enam kali.

Sambutan Penjabat Kepala Desa Sambiroto

Sesuai apa yang disampaikan Penjabat (PJ)  Kepala Desa Sambiroto, Marsono dalam sambutannya menerangkan bahwa untuk semester pertama tahun anggaran 2019 ini kegiatan pengajian umum memang dilaksanakan di RT 02 RW 04 Dusun Bolo II sedangkan untuk semester dua yang akan datang akan dilaksanakan di Dusun Bolo I, sehingga beliau berpesan kepada kepala dusun untuk segera melakukan persiapan dan perencanaan awal kegiatan pengajian tersebut. Selanjutnya beliau bersama ketua panitia berkesempatan menyerahkan santunan secara simbolis kepada masyarakat yang kurang mampu.

Penyerahan Santunan Secara Simbolis Oleh Ketua Panitia

Di tengah arus modernisasi yang serba digital ini, pembangunan fisik bukanlah satu-satunya tolok ukur kesuksesan. Manusia bisa saja membangun infrastruktur jalan yang bagus, manusia boleh saja mempunyai rumah dan mobil yang mewah, mempunyai pangkat atau kedudukan yang tinggi, tapi sejatinya itu adalah pandangan yang menipu apabila jauh dari impelementasi dan pengamalan ajaran islam dalam setiap sendi kehidupan. Setidaknya itulah yang disampaikan Drs. H. Kasnun, MA dalam pengajian umum yang dibalut dengan tema bersih Desa Sambiroto, Sabtu (27/07/2019).

Drs. Kasnun, MA (kiri) Bersama Unsur Forpimcam Dan Tamu Undangan

Dalam tausiahnya Drs. H. Kasnun, MA menyampaikan pentingnya mengamalkan ajaran dan syariat islam dalam hubungan manusia dengan Sang Kholiq dan menerapkan nilai-nilai islami dalam kehidupan sosial masyarakat sebagai bentuk hablumminannas. Dewasa ini penyakit hati yeng beliau sebut sebagai tuno iman, tuno yakin lan tuno percoyo telah menggerogoti jiwa manusia sehingga mereka cinta dunia dan lalai bahwa dunia hanyalah persinggahan untuk mengerjakan amal soleh untuk bekal di akhirat yang kekal. Pria yang berprofesi sebagai lektor kepala dan dosen bahasa arab di Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo ini menegaskan kaitannya dengan tema pengajian bagaimana kita bisa membuat desa ini bersih kalau tidak dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kita yang bersih dhohir dan batinnya. Desa Sambiroto akan lebih bersih dan maju apabila ada harmonisasi antar semua komponen masyarakat, saling menghormati, saling menghargai dan menjaga silaturrahim. Menjauhkan diri dari sifat iri, dengki dan hal-hal lain yang dapat menimbulkan penyakit hati.

Hadir dalam acara tersebut  forpimcam Kecamatan Padas Kapt. Arh. Sukantri (Danramil Padas), Bripka Hery (Polsek Padas), Rachmadi (kepala KUA Padas), BPD beserta Perangkat Desa Sambiroto, tokoh masyarakat. Turut hadir juga dua putra Almaghfurllah KH. Abdul Qohar yakni Gus Manjin dan Gus Rury (Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Mu’minin Sukowiyono). (eMKa)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Meriahnya Safari Budaya Ngawiti Hokya Hadirkan Abah Kirun

Meriahnya Safari Budaya Ngawiti Hokya Hadirkan Abah Kirun

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Ngawiti Hokya merupakan paguyuban pekerja seni yang beranggotakan seniman-seniman Ngawi timur dengan background profesi seni yang beraneka ragam, mulai dari dalang, musisi campursari, cucuk lampah, pesinden, penyanyi, MC (Master of Ceremony), rias manten, bahkan seniman reog  maupun profesi-profesi seni yang lain. Kata “Ngawiti” merupakan akronim dari Ngawi timur, sedangkan nama “Hokya” diambil dari sebuah ungkapan (senggakan dalam sebuah lagu/gending) yang menumbuhkan spirit atau semangat yang kuat untuk membumikan dan melestarikan seni dan budaya khususnya budaya jawa.

Pementasan Seni Reog Sebagai Pembuka Safari Budaya Ngawiti Hokya

Menurut Supriyanto, paguyuban Ngawiti Hokya selalu mengadakan agenda rutin safari budaya tiap tahunnya. Pria yang menjabat sebagai ketua paguyuban ini menuturkan bahwa acara safari budaya ini dilaksanakan secara bergilir dari satu daerah ke daerah lainnya dimana anggota paguyuban berasal. Anggota paguyuban rata-rata berasal dari desa-desa di wilayah Kecamatan Karangjati, Bringin, dan Padas. Berbeda halnya dengan tahun lalu safari budaya yang diadakan di Karangjati dikemas dalam bentuk pertunjukan seni ketoprak, tahun ini bertempat di kediaman Sri Muryani RT 02 RW 03 Dusun Bolo I Desa Sambiroto yang suaminya juga seorang pekerja seni cucuk lampah acara diisi dengan pertunjukan seni reog dimulai pukul 15.00 WIB dilanjutkan hiburan campursari, dan acara inti pengajian umum yang menghadirkan mubaligh H. Muhammad Syakirun (Abah Kirun) dari Padepokan Seni Kirun Madiun.

Pengunjung Menikmati Rangkaian Hiburan Campursari

Terasa spesial memang karena selain dikemas berbeda acara ini juga mengundang tokoh yang familiar dengan seni, budaya dan guyonan-guyonan khas jawa. Abah Kirun begitu seniman-seniman akrab memanggilnya adalah pelestari budaya jawa senior yang telah malang-melintang di dunia seni, mulai dari ludruk, ketoprak, campursari dan sering mengisi acara lawakan di televisi hingga akhirnya mendirikan padepokan seni di Madiun.

Tausiah Oleh H. Muhammad Syakirun (Abah Kirun) Halal-Bihalal Ngawiti Hokya

Beberapa tahun terakhir ini beliau justru sering diundang untuk mengisi tausiah di berbagai acara di daerah-daerah bahkan sampai ke luar negeri. Acara yang dikemas dengan tema Halal-bihalal Ngawiti Hokya ini mampu menyedot perhatian banyak pengunjung. Tausiah yang disampaikan tidak jauh-jauh dari dunia seni yang telah lama digelutinya. Yang beliau sampaikan tentang inti acara halal-bihalal, meskipun bulan syawal telah berlalu namun saling maaf dan memaafkan tidak pernah mengenal waktu, dapat dilaksanakan kapan saja. Budaya halal-bihalal identik dengan budaya bangsa Indonesia sejak dulu yang sempat redup dan menghilang pada masa perjuangan kemerdekaan.  Baru setelah proklamasi kemerdekaan di tahun 1948 di Denanyar Tambak Beras Jombang, dengan inisiasi presiden Soekarno yang mengumpulkan tokoh-tokoh pendiri bangsa dan KH Wahab Hasbullah (pendiri NU) yang mengumpulkan para Ulama maka tradisi halal-bihalal ini mulai dihidupkan kembali.

Dari Kiri: Abah Kirun, Harsoyo, SE. M.Si (Camat Padas), Kpt. Arh. Sukantri (Danramil 0805/04 Padas), Aiptu Sugito (Polsek Padas), Sri Mulyono (Kepala Desa Terpilih)

Acara yang dipandu oleh Joko Klentheng (Dalang Wayang Kulit Asal Karangjati) ini dihadiri Camat Padas Harsoyo, SE, M.Si beserta jajaran Muspika Padas, perangkat desa, tokoh agama dan masyarakat desa Sambiroto. (eMKa)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Camat Padas Lantik 4 Penjabat Kepala Desa

Camat Padas Lantik 4 Penjabat Kepala Desa

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID-Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Ngawi gelombang pertama telah dilaksanakan pada 29 Juni 2019 yang lalu. Sebanyak 178 desa yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Ngawi telah memperoleh calon kepala desa terpilih yang menunggu diterbitkannya SK Bupati bulan oktober mendatang. Dilaksanakannya pilkades serentak gelombang pertama didasarkan atas masa jabatan 178 kepala desa yang berakhir pada tahun ini.

Ada 6 desa di Kecamatan Padas yang telah melaksanakan pemilihan kepala desa menyusul berakhirnya masa jabatan kepala desa, yakni Bendo, Munggut, Padas, Bintoyo, Kedungprahu dan Sambiroto. 

Menurut  sumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terdapat 110 kepala desa di Ngawi yang masa jabatannya akan berakhir pada 18 Juli 2019, termasuk Desa Sambiroto. Masa jabatan kepala desa Sambiroto periode 2013-2019 sesuai Surat Keputusan Bupati Ngawi Nomor 188/316/404.012/2013 tertanggal 17 Juli 2013 telah berakhir pada tanggal 18 Juli 2019.

Pengambilan Sumpah dan Janji Penjabat Kepala Desa Dipimpin Oleh Camat Padas dan Didampingi Oleh Rohaniwan

Bertempat di pendopo Kecamatan Padas, Jumat (19/07/2019) Bupati Ngawi melalui Camat Padas melantik 4 orang penjabat kepala desa yaitu Desa Bendo, Desa Munggut, Desa Padas dan Desa Sambiroto. Sedangkan 2 penjabat kepala desa yaitu Desa Kedungprahu dan Desa Bintoyo telah dilantik bulan juni yang lalu. Penjabat kepala desa yang hari ini dilantik akan bertanggung jawab mengemban tugas dan kewajiban sebagai kepala pemerintahan sementara di desa sampai dilantiknya kepala desa terpilih hasil pilkades serentak. Hal ini merupakan amanah undang-undang yang harus dilaksanakan agar tidak terjadi kekosongan tampuk pimpinan dan terganggunya pelayanan masyarakat. Empat orang yang dilantik sebagai penjabat kepala desa adalah:

Penandatanganan Berita Acara Pengambilan Sumpah
  • Suwaji (Sekretaris Desa Bendo) dilantik sebagai Penjabat Kepala Desa Bendo berdasarkan Surat Keputusan Bupati Ngawi Nomor 188/411/404.012/2019 Tanggal 19 Juli 2019
  • Drs. Fachrudin, MM yang menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan dilantik sebagai Penjabat Kepala Desa Munggut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Ngawi Nomor 188/412/404.012/2019 Tanggal 19 Juli 2019
  • Sudiro, S.Sos yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Padas dilantik sebagai Penjabat Kepala Desa Padas berdasarkan Surat Keputusan Bupati Ngawi Nomor 188/413/404.012/2019
  • Marsono (Sekretaris Desa Sambiroto) dilantik sebagai Penjabat Kepala Desa Sambiroto berdasarkan Surat Keputusan Bupati Ngawi Nomor 188/414/404.012/2019 Tanggal 19 Juli 2019
Serah Terima Petikan Surat Keputusan Bupati Ngawi Oleh Camat Padas Kepada Penjabat Kepala Desa Terlantik

Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah dan janji penjabat kepala desa dipimpin langsung oleh Camat Padas Harsoyo, SE, M.Si didampingi rohaniwan dari KUA Kecamatan Padas. Dalam sambutannya Camat Padas mengucapkan selamat bertugas kepada 4 penjabat kepala desa yang dilantik semoga dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya. Melanjutkan kegiatan pembangunan di desa masing-masing sesuai yang tertuang dalam RAPBDes.

Acara pengambilan sumpah dan janji penjabat kepala desa juga dihadiri oleh Kapolsek Padas Bapak Pujianto, Danramil Padas Sukantri beserta Ketua BPD dan LPMD sebagai saksi dari masing-masing desa. (eMKa)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0