SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID-Demi keberlanjutan program pembangunan desa satu tahun kedepan yang merupakan amanah undang-undang, desa Sambiroto melaksanakan Penetapan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) Tahun 2020 dan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2021.

Merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat RKP-Des adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun dan merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Desa) yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa, dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutakhirkan, program prioritas pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan serta prakiraan maju, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan RPJM-Desa.

Peserta Musrenbangdes menyanyikan lagu Indonesia Raya

Bertempat di balai desa Sambiroto Kamis, (19/09/2019) Musrenbangdes dihadiri narasumber Tim I Muspika Kecamatan Padas yang terdiri atas Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi PMD) Sudiro, S.Sos, Koramil, Polsek Padas, UPT Puskesmas Padas, UPT Dinas Pendidikan, Penjabat Kepala Desa Sambiroto, Kepala Desa Terpilih, BPD dan pendamping desa. Sedangkan peserta yang hadir berasal dari perangkat desa, ketua RT & RW, LPMD, perwakilan pemuda dan tokoh masyarakat.

Marsono sebagai penjabat kepala desa Sambiroto sekaligus pimpinan musyawarah mengingatkan bahwa usulan yang disampaikan hendaknya mempunyai cakupan yang lebih luas tidak hanya berupa pembangunan fisik semata, namun juga diimbangi dengan usulan tentang peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan-pelatihan yang membekali masyarakat sebagai subjek pembangunan untuk meningkatkan keterampilan dibidang tertentu, memberikan manfaat secara langsung dan berkelanjutan bagi peningkatan taraf hidup mereka. Beliau juga menjelaskan bagaimanapun juga penetapan kebijakan strategis tetap menjadi kewenangan kepala desa yang baru akan dilantik bulan oktober tahun ini. Dalam kesempatan yang sama juga ditetapkan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP-Des) Tahun Anggaran 2020 sebagaimana telah disusun berdasarkan Musyawarah Desa (Musdes) bulan juli yang lalu.

Baca juga : Musyawarah Desa Penyusunan RKP-Desa Tahun Anggaran 2020

Kecamatan Padas melalui Sudiro, S.Sos selaku Kasi PMD menyampaikan apresiasi atas apa yang dilaksanakan pemdes Sambiroto yang sejak tahun 2015 mengalokasikan dana untuk kegiatan yang bersifat keagamaan melalui pengajian yang dilaksanakan dua kali dalam setahun. Tentu ini menjadi penting agar ada balancing atau keseimbangan antara pembangunan jasmani dan rohani. Beliau berharap segenap elemen masyarakat dan stake holder (pemangku kepentingan) saling bersinergi mendukung program-program pembangunan yang dilaksanakan desa.

Setali tiga uang dengan apa yang disampaiakan Kasi PMD, kepala desa terpilih Sri Mulyono dalam sambutannya telah berkomitmen dibidang keagamaan dengan memulai awal pemerintahannya yang baru nanti akan memberikan hak atas penghasilannya selaku kepala berupa tanah bengkok seluas satu bahu yang diberikan kepada lima masjid di desa Sambiroto untuk dikelola dan dimanfaatkan untuk pembangunan maupun kegiatan keagamaan dilingkungan masjid.

Dibidang kesehatan yang menjadi domain Dinas Kesehatan,  UPT Puskesmas Padas menyampaikan tentang kasus HIV AIDS yang ada di Jawa Timur merupakan angka tertinggi di Indonesia, sedangkan di kecamatan tercatat 48 kasus. Maka dari itu UPT Puskesmas Padas mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan melalui beberapa program, diantaranya penyuluhan peduli AIDS bagi remaja yang telah berjalan sejak tahun 2016 dan membentuk program pelangi hias (penanggulangan infeksi HIV AIDS). Selain itu puskesmas Padas juga mengaplikasikan instruksi presiden dengan membuat program kertu penting (kerja terpadu pencegahan stunting) dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan bersama kader posyandu yang tersebar di 12 desa di kecamatan Padas. Lain halnya dibidang pendidikan, Mulassetyo nara sumber dari UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Padas menyampaikan bahwa dinamika pendidikan di Indonesia mengalami perombakan yang begitu signifikan, salah satu contohnya tentang penerapan kurikulum tiga belas. Dan sesuai Peraturan Bupati Ngawi Nomor 24 Tahun 2018, UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Padas secara kelembagaan dilebur dan beralih fungsi menjadi Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan dasar bagi anak usia sekolah beliau menghimbau agar ada gerakan mematikan televisi satu jam setiap hari pada jam-jam berkualitas agar anak-anak lebih fokus menggunakan waktunya untuk belajar. Akan tetapi akhir-akhir ini kemajuan teknologi semisal penggunaan gadget dan internet juga berpotensi dan nyata memberikan dampak yang buruk bagi anak. Untuk itu orang tua dianjurkan untuk lebih bijak dalam pengawasan penggunaan gadget/handphone bagi anak.

Alin Maulana Menyampaikan Aspirasi Tentang Literasi Desa

Senada dengan itu, Ikha Rochim Alin Maulana yang merupakan perwakilan pemuda menyampaikan usulan tentang revitalisasi taman bacaan maupun perpusdes untuk mengembangkan minat baca dan literasi. Dengan demikian anak-anak dapat membaca, mencari informasi dengan konten yang sesuai dengan tumbuh kembang anak. Berbicara tentang literasi khususnya tentang desa menurutnya perlu disusun buku tentang sejarah desa yang akan menambah khasanah informasi publik yang bermanfaat. (eMKa)