Peran P2KTD dan TPID Dalam Program Inovasi Desa

Peran P2KTD dan TPID Dalam Program Inovasi Desa

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Dalam mewujudkan program inovasi desa, elemen terpenting  yang dibutuhkan adalah Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dan Tim Penyedia Pelayanan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD). Kehadiran kedua elemen ini, ibarat dua sisi mata uang yang satu sama lainya saling melengkapi, untuk mewujudkan pemerintah desa lebih inovatif dalam melaksanakan program pemerintahan, baik itu dalam perencanaan maupun pelaksanana pembangunan.

Program Inovasi Desa merupakan salah satu upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan di desa. Melalui pemanfaatan dana desa secara lebih berkualitas dengan strategi pengembangan kapasitas desa secara berkelanjutan, khususnya dalam bidang pengembangan ekonomi lokal, dan kewirausahaan, pengembanagan sumber daya manusia, pelayanan sosial dasar, serta infrastruktur desa.

Inovasi yang dimaksud bukan dalam bentuk barang, tapi lebih cenderung program yang diterapkan oleh pemerintah desa, agar mampu menggali dan memaksimalkan potensi yang ada di desa.

Sedangkan keberadaan Tim Penyedia Pelayanan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) agar desa mendapatkan jasa layanan teknis secara lebih berkualitas dari lembaga profesional, seperti perguruan tinggi, lembaga profesi, pendamping desa dan lembaga lainnya, serta pihak swasta.

Menyadari begitu pentingnya  pembangunan menyeluruh dan berkesinambungan yang melibatkan seluruh sumber daya yang ada, tim P2KTD dan TPID kecamatan Padas menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan, SDM dan infrastruktur Senin (23/12/2019) bertempat di gedung serbaguna desa Sambiroto. Tak kurang dari 8 BUMDes se-kecamatan Padas hadir mengikuti pelatihan tersebut. Dipilihnya BUMDes untuk mengikuti pelatihan mengingat begitu strategis dan potensialnya kedudukan BUMDes dalam mewujudkan program pembangunan desa yang lebih kreatif dan inovatif.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Diklat Terpadu Dasar (DTD), Banser dan PAC GP Ansor Kecamatan Padas

Diklat Terpadu Dasar (DTD), Banser dan PAC GP Ansor Kecamatan Padas

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor  (PAC GP Ansor) Kecamatan Padas menyelenggarakan Diklat Terpadu Dasar (DTD) bertempat di lingkungan Kantor Desa Sambiroto 20-22 Desember 2019. Ini kali ke lima pelaksanaan DTD yang dilaksanakan di wilayah PAC Padas. Sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan di desa Tambakromo, Kwadunganlor, Kedungprahu dan Bintoyo.

Pembukaan DTD Banser Ngawi Angkatan ke-90
Dari Kiri: Wijianto (Koramil Padas), Sri Mulyono (Kades Sambiroto), Harsoyo, SE M.Si (Camat Padas), Perwakilan Polsek Padas, Adib Mahfudz (Sekretaris Pengurus Cabang GP Ansor Ngawi), Mustajab (Ketua MUI Padas), Mustakim (Ketua MWC NU Padas), Ahmad Hawariyin (Ketua PAC GP Ansor Padas)

Kegiatan DTD resmi dibuka Jumat (20/12/2019) selepas sholat jumat. Pembukaan dihadiri  Camat beserta jajaran muspika Padas, Kepala Desa Sambiroto, Sekretaris Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Ngawi, Muslimat dan Fatayat NU, Ketua MWC NU Padas, Ketua MUI Kecamatan Padas, IPP NU dan seluruh peserta diklat.

Registrasi Ulang Peserta Diklat Terpadu Dasar Angkatan 90

DTD memberikan kesempatan yang luas bagi para pemuda dari berbagai daerah untuk menggembleng mental dan spiritualnya menjadikan generasi/kader Banser yang tangguh dalam ibadah, muamalah berbingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebanyak 60 orang telah mendaftarkan diri sebagai peserta DTD Banser angkatan ke-90, bahkan ada diantaranya peserta yang berasal dari Tuban. Dan ini bisa diselenggarakan atas kerjasama dengan pemerintah desa Sambiroto, Kepolisian dan TNI, terang Ahmad Hawariyin Ketua PAC GP Ansor Padas.

Dengan metode kompilasi materi Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang biasa digunakan oleh Ansor untuk menerima anggota baru dan materi pendidikan latihan dasar (DIKLATSAR) yang diterapkan Banser untuk penerimaan anggota adalah langkah awal mencetak kader tangguh dan kuat dalam hal mental, intelektual dan spiritual sehingga visi misi dan tujuan GP Ansor dapat diaplikasikan oleh individu kader dimana pun berada.

Materi Pendidikan dan Latihan Bela Negara Oleh Koramil Padas Kepada Peserta Diklat

Camat Padas Harsoyo, SE, M.Si menyambut baik kegiatan ini. Harapannya dari diklat semacam ini akan terbentuk pemuda yang mempunyai karakter kuat dan tangguh yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan sambil berkelakar beliau sempat menawarkan diklat DTD dilaksanakan di lingkungan Kantor Kecamatan Padas. Sekretaris Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Ngawi Abid Mahfudz menjelaskan, secara garis besar ada 3 tujuan GP Ansor. Pertama, membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang cerdas dan tangguh, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, berkepribadian luhur, berakhlak mulia, sehat, terampil, patriotik, ikhlas dan beramal shalih. Kedua, menegakkan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah dengan menempuh manhaj salah satu madzhab empat di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketiga, Berperan secara aktif dan kritis dalam pembangunan nasional demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan Indonesia yang berkeadilan, berkemakmuran, berkemanusiaan dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia yang diridhoi Allah SWT.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Uji Fungsi Dan Serah Terima Program Pamsimas III

Uji Fungsi Dan Serah Terima Program Pamsimas III

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Pelaksanaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun anggaran 2019 di Desa Sambiroto Kecamatan Padas memasuki Uji fungsi dan serah terima program.

Serah terima aset dan pengelolaan program Pamsimas ditandai dengan penyerahan sertifikat dan pemotongan tumpeng secara simbolis kepada kepala desa Sambiroto bertempat di gedung serbaguna Desa Sambiroto Kecamatan Padas, dan penyerahan tersebut dilakukan oleh perwakilan Dinas Perkim Dito beserta stafnya dan disaksikan fasilitator, pendamping Pamsimas, Perangkat Desa dan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM). Jumat (20/12/2019).

Perwakilan Dinas Perkim Dito menyerahkan pengelolaan Program Pamsimas III kepada Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono

Dalam keterangannya kepala desa Sambiroto Sri Mulyono bersyukur bahwa selain menerima program Pamsimas III yang bersumber dari APBN di tahun anggaran 2019 ini, pemerintah kabupaten melalui Dinas Perkim juga telah mengalokasikan bantuan pengembangan pipanisasi. “Itu berarti ada kesinambungan program dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah”, tandasnya.

Terkait uji fungsi program, staf Dinas Perkim Arfia sempat berdialog dengan KKM dan pemanfaat sambungan rumah (SR). Sejauh ini dari total target sejumlah 190  telah tercapai 103 SR dengan kapasitas jangkauan mencapai tiga dusun, meskipun pengembangannya baru terealisasi dua dusun. Dari empat dusun diwilayah desa Sambiroto diproyeksikan program Pamsimas dapat mengkover tiga dusun kecuali dusun Sambiroto II.

Uji fungsi Sambungan Rumah (SR) Program Pamsimas III di Dusun Bolo II

Masyarakat desa Sambiroto perlu gembira karena di tahun anggaran 2020 Dinas Perkim kembali mengalokasikan Hibah Air Minum Pedesaan (HAMP) untuk sembilan desa di Kabupaten Ngawi, salah satunya desa Sambiroto. Karena dusun Sambiroto II belum terjangkau program Pamsimas, maka dimungkinkan target program HAMP ini bisa diarahkan kesana.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Musyawarah Dusun, Penggalian Gagasan Dalam Rangka Penyusunan RPJM Desa 2020-2025

Musyawarah Dusun, Penggalian Gagasan Dalam Rangka Penyusunan RPJM Desa 2020-2025

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Pembangunan desa merupakan upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat desa. Diperlukan perencanaan yang baik dan matang sebagai langkah awal mencapai tujuan pembangunan.

Perencanaan pembangunan desa merupakan proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa dengan melibatkan BPD dan unsur masyarakat secara partisipatif guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam rangka mencapai tujuan pembangunan desa.

Dengan didasari pengkajian keadaan desa, pemerintah desa Sambiroto memulai proses penggalian  gagasan dan pengumpulan data secara komprehensif mengenai keadaan obyektif masyarakat, masalah, potensi, dan berbagai informasi terkait yang menggambarkan secara jelas dan lengkap kondisi serta dinamika masyarakat.

Musyawarah Dusun Sambiroto I Dipimpin Oleh Kepala Dusun Sunarto (berkaca mata)

Sebagai langkah awal pemdes Sambiroto melaksanakan musyawarah dusun bertempat di balai desa Sambiroto, Senin (16/12/2019). Hal ini diperlukan sebagai upaya menggali gagasan dari masyarakat tingkat bawah dan bukan hanya sebatas usulan pembangunan fisik melainkan lebih mengenali dan mengembangkan potensi diri desa Sambiroto baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya, sebagaimana yang disampaikan kepala desa Sambiroto Sri Mulyono. Hasil musyawarah ini nantinya akan menjadi acuan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) selama 6 tahun kedepan sesuai visi misi kepala desa dan akan dijabarkan melalui Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) setiap tahunnya.

Berita terkait : Musrenbangdes Serap Dan Optimalkan Aspirasi Masyarakat Di Berbagai Bidang

Musyawarah Dusun Sambiroto II Dipimpin Oleh Kepala Dusun Maulana Oktafia (kaos biru membelakangi kamera)

Dengan pembangunan partisipatif yang melibatkan BPD beserta unsur masyarakat ini, kepala desa berharap pengelolaan pembangunan akan senantiasa mengedepankan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotong royongan guna mewujudkan pengarusutamaan perdamaian dan keadilan sosial.

Musyawarah Dusun Bolo I Dipimpin Oleh Kepala Dusun Sunarto (batik kotak-kotak)

Kasi PMD Kecamatan Padas Sudiro, S.Sos yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan, poin penting lainnya yang perlu dipenuhi adalah pemberdayaan masyarakat desa yang bertujuan mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa.

Baca juga : Pemdes Sambiroto Siap Jaga Dan Buktikan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa

Musyawarah Dusun Bolo II Dipimpin Oleh Kepala Dusun Kusno (paling kiri)

Meski pelaksanaannya dimalam hari namun tidak menyurutkan antusiasme dan langkah mereka untuk berperan serta dalam proses pembangunan di desanya. Terhitung seratus undangan lebih hadir memenuhi balai desa Sambiroto pada pelaksanaan musyawarah tersebut. Hadir dalam acara tersebut kepala desa beserta jajaran perangkat desa, tim dari kecamatan Padas, Koramil, Polsek Padas, BPD, Tim Penggerak PKK, karang taruna dan tokoh masyarakat.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Lagi,  2 Graduasi Mandiri Program PKH

Lagi, 2 Graduasi Mandiri Program PKH

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Puryanti adalah seorang ibu rumah tangga. Perempuan berusia 34 tahun  yang beralamat di RT 002 RW 002 desa Sambiroto tersebut merupakan salah satu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah. Sang suami yang bekerja diluar kota sebagai tukang bangunan hanya pulang sesekali dalam beberapa bulan.

PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga dan atau seseorang miskin dan rentan miskin yang terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) program penanganan fakir miskin yang diolah oleh pusat data dan informasi kesejahteraan sosial dan ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat. Ada 3 komponen kriteria yang harus dipenuhi sebagai penerima manfaat yaitu kriteria komponen kesehatan, kriteria komponen pendidikan, dan kriteria kesejahteraan sosial. Tujuan digulirkannya program  ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui akses layanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial, mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan.

Puryanti Disaksikan Pendamping PKH Memutuskan Mundur Dari Kepesertaan PKH

Ibu tiga anak ini menyatakan mundur dari kepesertaan penerima Program Keluarga Harapan, Minggu (08/12/2019). Disaksikan pendamping PKH Ika Eny, Puryanti menandatangani surat pernyataan mundur dari kepesertaan secara suka rela. Menurut pengakuannya dia sudah merasa mampu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya secara mandiri, itu sebabnya mengapa dia mengambil keputusan ini.

Baca juga : 1 KPM-PKH Menyatakan Graduasi Sejahtera Mandiri, Kepala Desa Sambiroto: “Semoga Yang Lain Mengikuti”

Atas Kesadaran Diri Jayem (40 tahun) Mundur Dari Kepesertaan PKH

Sebelumnya, langkah serupa juga pernah dilambil oleh Jayem (40 tahun), keluarga penerima manfaat PKH yang beralamat di RT 002 RW 003 desa Sambiroto tersebut menyatakan mundur dari kepesertaan tanggal 12 Oktober 2019. Keinginannya untuk mundur atas kesadaran diri dikarenakan sudah mampu dalam hal pemenuhan kebutuhannya.

Sejauh ini sudah 3 keluarga penerima program PKH desa Sambiroto yang telah mengundurkan diri. Tidak menutup kemungkinan akan ada keluarga-keluarga lain yang mengikuti jejak mereka.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0