Bupati Ngawi Optimalkan Koordinasi Pencegahan Penanggulangan Covid-19 Melalui VidCon

Bupati Ngawi Optimalkan Koordinasi Pencegahan Penanggulangan Covid-19 Melalui VidCon

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Pemerintah Kabupaten Ngawi sangat serius dalam upaya memutus penyebaran Covid-19.

Dari posko induk pendopo Kabupaten, Bupati Ngawi Budi Sulistyono didampingi Wabup Ony Anwar dan Sekretaris Daerah Mokh Sodiq Triwidyanto jalin koordinasi dan lakukan pantauan perkembangan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di wilayah kecamatan dan desa se-kabupaten Ngawi.

Wilayah perbatasan seperti kecamatan Sine, Widodaren dan Mantingan menjadi perhatian khusus bupati. Titik-titik rawan bagi pendatang atau pelintas batas dari zona merah untuk memasuki wilayah Ngawi perlu dilakukan penjagaan yang ketat.

Over pass tol juga menjadi titik rawan bagi pemudik yang nekat mengabaikan aturan pemerintah untuk tidak mudik.

Over pass tol sering dimanfaatkan pemudik untuk sampai ke tempat tujuan.

Modus yang digunakan, turun ditengah tol sebelum sampai di exit tol, kemudian menyeberang keluar dengan jalan kaki maupun mode transportasi lain ke tempat tujuan.

Sebagai langkah antisipasi dampak Kamtibmas, masyarakat dihimbau aktif melakukan pengamanan lokal bersama, mengingat pandemi Covid-19 bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan tindak kriminalitas seperti pencurian yang sempat terjadi di desa Beran.

Kasus Beran, masih banyak anak muda yang berkumpul berkerumun sempat tersisir oleh satpol PP

Kanang (sapaan akrab Bupati Ngawi) kembali menegaskan terkait koperasi simpan pinjam yang masih beroperasi. Masyarakat/nasabah dihimbau untuk tetap tenang dengan mengikuti prosedur.

Nasabah tidak perlu takut untuk menolak debt colector jika tidak dapat menunjukkan surat tugas dari Otoritas Jasa Keuangan dan surat tugas resmi dari Bank/Koperasi simpan pinjam bersangkutan.

Solusi yang ditawarkan Bupati, nasabah bisa mempertimbangkan pengajuan keringanan pembayaran secara resmi dengan rentang waktu enam bulan sampai dengan satu tahun.

Dalam kesempatan yang lain, wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, ST menyampaikan tentang protap bagi TKI yang pulang dari luar negeri harus mengantongi surat keterangan sehat dari negara keberangkatan, atau hasil screening dari pos kesehatan di bandara.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Siaga Covid-19, Pemdes Sambiroto Gelar Sosialisasi Dan Musyawarah Pelaksanaan Ibadah Di Bulan Ramadhan

Siaga Covid-19, Pemdes Sambiroto Gelar Sosialisasi Dan Musyawarah Pelaksanaan Ibadah Di Bulan Ramadhan

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Bulan suci Ramadhan segera tiba.  Bulan yang ditunggu-tunggu umat islam di seluruh penjuru dunia. Bulan yang penuh rahmat, barokah dan ampunan Allah SWT.

Oleh karena itu sudah sepatutnya kita melakukan persiapan diri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan, agar Ramadhan kali ini benar-benar memiliki nilai yang tinggi dan dapat mengantarkan kita menjadi orang yang bertaqwa.

Bulan Ramadhan 1441 Hijriyah kali akan kita lalui dengan suasana yang berbeda. Kita dihadapkan pada situasi dan kondisi di tengah mewabahnya virus corona (Covid-19). Dampak yang ditimbulkan akan sangat berpengaruh dalam pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan.

Pemerintah Desa Sambiroto memandang perlu mengambil langkah-langkah preventif terkait pencegahan penyebaran virus ini dalam pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan.

Kamis, (23/04/2020), Pemdes Sambiroto menggelar sosialisasi sekaligus musyawarah tentang pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan dengan mengundang takmir masjid dan mushola se-desa Sambiroto.

Pemdes Sambiroto merujuk pada kesepakatan bersama antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, Pengadilan Agama Ngawi, MUI, BAZNAS dan Ormas Islam se-Kabupaten Ngawi.

Poin penting dalam kesepakatan bersama tersebut adalah tentang 3 ketentuan pelaksanaan sholat Jum’at, Sholat Fardhu, Sholat Tarawih berjamaah dan Sholat Idul Fitri.

  1. Masjid yang berada di Zona Confirm (sudah ada warga yang positif menderita Covid-19) dan masjid yang berada di daerah dengan potensi penularan yang susah diprediksi wajib tidak melaksanakan Sholat  Jum’at dan diganti dengan sholat dhuhur dirumah masing-masing.
  2. Masjid yang berada di zona PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dianjurkan untuk beribadah di rumah.
  3. Masjid yang berada di zona ODP (Orang Dalam Pemantauan) tetap diperbolehkan menyelenggarakan sholat Jum’at, sholat jama’ah lima waktu dan tarawih dengan memperhatikan protokol kesehatan:
    1. Jamaah memakai masker dan cuci tangan pakai sabun sebelum masuk masjid
    2. Jamaah membawa sajadah sendiri dan Shaf direnggangkan/diberi jarak serta tidak berjabat tangan sebelum dan sesudah sholat berjama’ah
    3. Jama’ah yang merasa sakit, demam, flu dan sebagainya WAJIB sholat di rumah.
    4. Sebelum dan sesudah digunakan sholat berjama’ah masjid dibersihkan dengan disinfektan.

Sedangkan kegiatan keagamaan yang lain yang menimbulkan kerumunan orang banyak seperti safari ramadhan, pesantren kilat, tabligh akbar dan takbir keliling ditiadakan.

Terkait masjid yang terletak di jalur jalan raya antar provinsi/kabupaten Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono memberikan opsi kepada takmir masjid untuk tidak menerima musyafir lintas daerah terutama dari zona merah yang hendak ikut sholat berjama’ah.

Apabila takmir dan jama’ah masjid bersangkutan tidak bisa memastikan/memenuhi protokol tersebut maka masjid ditutup sementara dan ibadah sholat berjama’ah bisa dilakukan di masjid lain yang tidak dilalui jalan lintas provinsi/kabupaten.

Pemdes Sambiroto bagikan masker kepada takmir masjid dan mushola se-desa Sambiroto

Senada dengan Kades Sambiroto, Camat Padas Dodi Aprilasetia menjelaskan pelaksanaan sholat berjama’ah sebaiknya dilaksanakan dengan ketentuan zonasi, artinya sholat berjamaah di masjid/mushola hanya diikuti oleh jama’ah yang sama dari lingkungan sekitar tanpa harus berpindah dari masjid satu ke masjid yang lain.

Sebanyak 17 takmir masjid/mushola hadir dalam sosialisasi sekaligus musyawarah tersebut. Turut hadir dalam kegiatan, perwakilan UPT Puskesmas Padas, Danramil Padas dan perwakilan Polsek Padas.  Diakhir kesempatan, pemdes Sambiroto membagikan cairan disinfektan dan masker untuk jama’ah masjid dan mushola.

Pemdes Sambiroto bagikan cairan disinfekatan kepada takmir masjid dan mushola se-desa Sambiroto

Baca juga :

Hari Pertama Wajib Bermasker, Bupati Ngawi Sidak Posko Siaga Covid-19

Corona Virus (Covid-19) Merebak, MUI Keluarkan Fatwa Tentang Penyelenggaraan Ibadah

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Antara Kartini, Petani Dan Pandemi

Antara Kartini, Petani Dan Pandemi

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-2019) berdampak luas dalam setiap sendi kehidupan manusia.

Begitu besar dampak yang dirasakan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, keagamaan maupun sosial budaya. Terutama bidang kesehatan yang mengakibatkan jutaan korban meninggal di seluruh dunia.

Disadari atau tidak, dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus ini berimplikasi pada munculnya budaya baru di tengah masyarakat.

Secara tidak langsung, manusia harus rela “dipaksa” untuk beradaptasi di masa pandemi ini. Kita diingatkan kembali untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat, contoh sederhana cuci tangan pakai sabun. Hal yang bahkan sering kita abaikan dalam situasi normal.

Setiap orang harus menjaga jarak saat berinteraksi sosial dengan orang lain, menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah. Hal itu dilakukan semata-mata untuk memutus penyebaran dan menghentikan pandemi global ini.

Desa Sambiroto Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi merupakan desa yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Mereka mulai menanam padi di musim tanam ke-2 tahun ini. Sudah menjadi tradisi turun temurun tenaga tanam padi dilakukan oleh ibu-ibu.

Berita terkait :

Selain Paramedis, Merekalah Pahlawan Di Tengah Pandemi Covid-19

Optimisme Petani Di Musim Tanam Kedua

Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono (tengah) bersama ibu-ibu yang pulang dari menanam padi di sawah

Dalam kondisi sulit menghadapi pandemi Covid-19 seperti sekarang, mereka rela mengenakan masker ketika bercocok tanam di sawah. Mereka turut berupaya memutus penyebaran covid-19 di negeri ini.

Bulan April tepatnya tanggal 21, mengingatkan memori kita kembali tentang bagaimana perjuangan dan semangat seorang  Kartini dalam mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia.

Masyarakat Desa Sambiroto Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi menanam padi pada musim tanam ke-2 tahun 2020

Terlepas apapun alasannya, mereka yang memilih menjadi petani merupakan pekerjaan yang mulia. Meskipun tidak butuh pengakuan dan pujian, dari keringat dan tangan-tangan terampil merekalah (ibu-ibu petani) nasi yang kita makan hari ini.

Memakai masker saat pergi bercocok tanam bukan halangan bagi mereka untuk tetap menanam padi, mencukupi kebutuhan hidup mereka dan kebutuhan pangan di negeri ini. Selamat Hari Kartini!

Baca juga :

Hari Pertama Wajib Bermasker, Bupati Ngawi Sidak Posko Siaga Covid-19

Posko Bersama Siaga Covid-19 Pastikan Masyarakat Patuhi Aturan Pemerintah

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Hari Pertama Wajib Bermasker, Bupati Ngawi Sidak Posko Siaga Covid-19

Hari Pertama Wajib Bermasker, Bupati Ngawi Sidak Posko Siaga Covid-19

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Pembatasan sosial berskala kecil di Kabupaten Ngawi mulai diterapkan hari ini.

Pemerintah Kabupaten Ngawi telah mengeluarkan aturan tentang wajibnya memakai masker bagi masyarakat ngawi yang beraktifitas diluar rumah.

Menindaklanjuti penerapan pembatasan sosial berskala kecil tentang penggunaan masker,  Bupati Ngawi menginstruksikan kepada Pemerintah Desa untuk mendirikan posko-posko siaga.

Tujuan didirikannya posko ini untuk memastikan seluruh masyarakat Ngawi sadar dan patuh dengan aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Kebijakan yang diambil memang bukan gertak sambal belaka. Buktinya, Senin (20/04/2020) Bupati Ngawi Budi Sulistyono bersama jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa desa di wilayah timur Kabupaten Ngawi.

Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi memantau pelaksanaan aturan wajib masker dan kesiapsiagaan posko desa Pangkur Senin petang.

Berita terkait :

Posko Bersama Siaga Covid-19 Pastikan Masyarakat Patuhi Aturan Pemerintah

DPRD Provinsi Jawa Timur Pantau Posko Penanganan Covid-19 Desa Sambiroto

Bupati lakukan koordinasi dan pemantauan posko siaga Covid-19 di wilayah kabupaten Ngawi melalui video conference

Di tempat yang sama, Bupati Ngawi bersama Sekretaris Daerah lakukan pemantauan pelaksanaan pembatasan sosial berskala kecil di 18 kecamatan lainnya di wilayah Kabupaten Ngawi melalui video conference.

Dari Pangkur patroli bersama Bupati Ngawi bergerak menuju Tungkulrejo, Sukowiyono, dan Desa Sambiroto. Rombongan tiba di posko bersama Desa Sambiroto dan Desa Kedungprahu sekitar jam 22. 30 WIB.

Didampingi Sekretaris Daerah Mokh Sodiq Triwidiyanto, Kanang menegaskan kepada Sri Mulyono (Kepala Desa Sambiroto) dan Sunarto (Kepala Desa Kedungprahu) untuk bersikap serius dan tegas tentang kewajiban bermasker bagi masyarakat yang melintas atau beraktifitas diluar rumah.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono didampingi Sekretaris Daerah Mokh Sodiq Triwidiyanto dan Camat Padas Dodi Aprilasetia lakukan pemantauan di posko bersama Desa Sambiroto – Desa Kedungprahu

Bagi warga atau pengendara jalan yang tidak memakai masker tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan dan harus putar balik kerumah untuk memakai masker.

Disinggung terkait warga yang pulang kampung dari luar daerah, Budi Sulistyono menjelaskan wajib hukumnya untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, jika tidak maka akan dilakukan isolasi secara paksa oleh petugas.

Baca juga :

Mau Dapatkan Subsidi Listrik Tiga Bulan Kedepan, Simak Penjelasannya

Kompak Dan Massif, Seluruh Elemen Desa Sosialisasikan Wajib Masker

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Posko Bersama Siaga Covid-19 Pastikan Masyarakat Patuhi Aturan Pemerintah

Posko Bersama Siaga Covid-19 Pastikan Masyarakat Patuhi Aturan Pemerintah

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Pemerintah Desa Sambiroto bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kedungprahu dirikan posko bersama siaga covid-19.

Sebagaimana diketahui Pemerintah Kabupaten Ngawi sangat serius dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Pembatasan sosial berskala kecilpun diterapkan salah satunya dengan penerapan wajib pakai masker bagi seluruh masyarakat Ngawi yang beraktifitas diluar rumah.

Penerapan wajib masker efektif berlaku mulai hari ini, Senin (20/04/2020).  Sebelumnya, disemua tingkatan pemerintahan telah gencar melakukan sosialisasi tentang kebijakan ini, bahkan Bupati Ngawi beserta jajarannya turun langsung ke lapangan.

Sebagai tindak lanjut penerapan wajib masker di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi maka dibentuk posko bersama lintas desa yang didirikan di perbatasan desa yang strategis.

Baca juga :

DPRD Provinsi Jawa Timur Pantau Posko Penanganan Covid-19 Desa Sambiroto

Jam’iyah Waqi’ah Bagikan Sembako Kepada Warga Yang Membutuhkan

Tim Kabupaten Ngawi dari DLLAJ didampingi Kapolsek, Danramil Padas dan Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono pantau pos bersama siaga Covid-19 di Perbatasan Desa Sambiroto – Desa Kedungprahu Jalan Waduk Pondok KM 1

Desa Sambiroto yang secara geografis berbatasan dengan Desa Kedungprahu mendirikan posko bersama siaga Covid-19 di Jalan Raya Waduk Pondok KM 1.

Posko ini berfungsi untuk memonitor masyarakat yang beraktifitas melewati batas desa, menjaga dan memastikan masyarakat mematuhi ketentuan pemerintah Kabupaten Ngawi untuk memakai masker.

Masyarakat yang tidak patuh dan tidak menggunakan masker ketika melintas untuk beraktifitas diluar desa maka tidak diperbolehkan meneruskan perjalanannya.

Minggu, (19/04/2020) tim Kabupaten Ngawi dari Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) didampingi camat Padas Dodi Aprilasetia memantau kesiapan posko bersama siaga Covid-19 di perbatasan Desa Sambiroto dan Desa Kedungprahu.

Di hari pertama penerapan wajib masker di wilayah Kabupaten Ngawi ternyata masih saja dijumpai masyarakat yang abai dan tidak mematuhi aturan pemerintah untuk memakai masker.

Berita terkait :

Gerakan “MASKER”, Gerakan Masyarakat Keren Pakai Masker

Kompak Dan Massif, Seluruh Elemen Desa Sosialisasikan Wajib Masker

Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono turun langsung ke posko siaga Covid-19 di akses utama jalan protokol Dusun Bolo I
Tanam padi di sawah, petanipun pakai masker

Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono yang turun langsung dilapangan menjelaskan selain posko bersama, pemerintah desa juga mendirikan posko-posko siaga dibeberapa akses utama masuk desa.

Saat masyarakat tidak patuh pada aturan pemerintah maka pihaknya akan bersikap tegas. Disitu fungsinya posko bersama dan posko siaga desa yang telah disiapkan agar memastikan seluruh masyarakat mematuhi aturan pemerintah memakai masker.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0