SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-2019) berdampak luas dalam setiap sendi kehidupan manusia.

Begitu besar dampak yang dirasakan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, keagamaan maupun sosial budaya. Terutama bidang kesehatan yang mengakibatkan jutaan korban meninggal di seluruh dunia.

Disadari atau tidak, dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus ini berimplikasi pada munculnya budaya baru di tengah masyarakat.

Secara tidak langsung, manusia harus rela “dipaksa” untuk beradaptasi di masa pandemi ini. Kita diingatkan kembali untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat, contoh sederhana cuci tangan pakai sabun. Hal yang bahkan sering kita abaikan dalam situasi normal.

Setiap orang harus menjaga jarak saat berinteraksi sosial dengan orang lain, menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah. Hal itu dilakukan semata-mata untuk memutus penyebaran dan menghentikan pandemi global ini.

Desa Sambiroto Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi merupakan desa yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Mereka mulai menanam padi di musim tanam ke-2 tahun ini. Sudah menjadi tradisi turun temurun tenaga tanam padi dilakukan oleh ibu-ibu.

Berita terkait :

Selain Paramedis, Merekalah Pahlawan Di Tengah Pandemi Covid-19

Optimisme Petani Di Musim Tanam Kedua

Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono (tengah) bersama ibu-ibu yang pulang dari menanam padi di sawah

Dalam kondisi sulit menghadapi pandemi Covid-19 seperti sekarang, mereka rela mengenakan masker ketika bercocok tanam di sawah. Mereka turut berupaya memutus penyebaran covid-19 di negeri ini.

Bulan April tepatnya tanggal 21, mengingatkan memori kita kembali tentang bagaimana perjuangan dan semangat seorang  Kartini dalam mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia.

Masyarakat Desa Sambiroto Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi menanam padi pada musim tanam ke-2 tahun 2020

Terlepas apapun alasannya, mereka yang memilih menjadi petani merupakan pekerjaan yang mulia. Meskipun tidak butuh pengakuan dan pujian, dari keringat dan tangan-tangan terampil merekalah (ibu-ibu petani) nasi yang kita makan hari ini.

Memakai masker saat pergi bercocok tanam bukan halangan bagi mereka untuk tetap menanam padi, mencukupi kebutuhan hidup mereka dan kebutuhan pangan di negeri ini. Selamat Hari Kartini!

Baca juga :

Hari Pertama Wajib Bermasker, Bupati Ngawi Sidak Posko Siaga Covid-19

Posko Bersama Siaga Covid-19 Pastikan Masyarakat Patuhi Aturan Pemerintah