Hasil Swab Keluar, Alhamdulillah 27 Pedagang Pasar Kedungprahu Dinyatakan Negatif

Hasil Swab Keluar, Alhamdulillah 27 Pedagang Pasar Kedungprahu Dinyatakan Negatif

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Berita gembira datang dari Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Informasi tersebut berkenaan dengan hasil swab test 27 orang pedagang pasar Kedungprahu yang sebelumnya reaktif ketika dilakukan rapid test.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 100 pedagang pasar Kedungprahu menjalani rapid test. Hasilnya 27 orang dinyatakan reaktif dan sisanya unreaktif.

Berita Terkait :

100 Pedagang Pasar Kedungprahu Jalani Rapid Test

Dinkes Ngawi Salurkan Kebutuhan Pokok Bagi ODR Reaktif Rapid Test

Namun untuk memastikan ke-27 orang tersebut terpapar virus corona atau tidak perlu dilakukan swab test atau dikenal juga dengan sebutan PCR (polymerase chain reaction).

Setelah kurang lebih satu minggu dilakukan pemeriksaan Swab/PCR terhadap sampel apus (cairan di saluran pernafasan/tenggorokan) di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya akhirnya hasil swab test keluar.

Per-Mei 2020, sebanyak 78 orang pedagang yang dlakukan swab/PCR dari beberapa pasar yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngawi semuanya dinyatakan Negatif. Angka tersebut sudah termasuk 27 orang pedagang pasar Kedungprahu.

Baca juga : Selamat Jalan “The Godfather Of Broken Heart” Didi Kempot

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Pemerintah Provinsi Jawa Timur  Cairkan Bansos

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Cairkan Bansos

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID-  Pemerintah Provinsi Jawa Timur cairkan bantuan sosial kepada masyarakat desa Sambiroto, Kamis (28/05) bertempat di balai desa Sambiroto. Bansos tersebut ditujukan untuk meringankan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat desa/kelurahan akibat pendemi Covid-19.

Bantuan sosial senilai Rp. 200.000,- diserahkan langsung oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Ika Eny. Sesuai data yang dirilis Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, terdapat 50 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial provinsi di desa Sambiroto.

Baca juga :

1 KPM-PKH Menyatakan Graduasi Sejahtera Mandiri, Kepala Desa Sambiroto: “Semoga Yang Lain Mengikuti”

Lagi, 2 Graduasi Mandiri Program PKH

Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono menyerahkan bantuan sosial provinsi secara simbolis

Saat membuka kegiatan pencairan bansos, kepala desa Sambiroto Sri Mulyono menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan data penerima KPM sesuai regulasi yang ada. Di mulai dari penyisiran tingkat RT, RW, dusun hingga tingkat desa data KPM diajukan pemerintah desa kepada Dinas Sosial Kabupaten Ngawi atas sepengetahuan Camat Padas.

Masyarakat perlu memahami bahwa sesuai aturan penerima bantuan sosial provinsi tidak boleh berstatus sebagai penerima bantuan sosial dari program lain. Sri Mulyono menuturkan proses pengajuan bantuan sosial tidak semudah yang dibayangkan masyarakat. Jangan sampai terjadi satu orang menerima lebih dari satu program bantuan.

Dari hasil penyisiran yang dilakukan pemerintah desa terdapat 4 KPM yang telah masuk dalam daftar penerima bantuan program lain dari pemerintah. “Hari ini kita mencairkan bansos kepada 46 orang penerima”, jelasnya.

Pemdes Sambiroto langsung menindaklanjuti hasil penyisiran tersebut dengan mengajukan 4 orang usulan pengganti sesuai mekanisme yang telah ditetapkan Dinas Sosial Kabupaten Ngawi.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Dinkes Ngawi Salurkan Kebutuhan Pokok Bagi ODR Reaktif Rapid Test

Dinkes Ngawi Salurkan Kebutuhan Pokok Bagi ODR Reaktif Rapid Test

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Gugus tugas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Ngawi telah melakukan deteksi dini terhadap penyebaran virus Corona.

Beberapa pasar tradisional menjadi target kegiatan tersebut. 27 orang pedagang pasar Kedungprahu dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test. Angka yang cukup tinggi dibandingkan hasil rapid test di pasar yang lain.

Berita terkait : 100 Pedagang Pasar Kedungprahu Jalani Rapid Test

Semua pedagang yang reaktif diwajibkan untuk menjalani karantina mandiri selama 14 hari dan menunggu dilakukan SWAB untuk mengetahui hasil secara tepat.

Menindaklanjuti hal tersebut, Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Ngawi  melalui Dinas Kesehatan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada pedagang  yang hasil rapid test-nya reaktif selama masa karantina mandiri.

Salah satu pedagang yang hasil rapid test-nya reaktif adalah warga desa Sambiroto kecamatan Padas yang saat ini tengah menjalani karantina mandiri.

Dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, petugas menyerahkan bantuan kebutuhan pokok berupa mie instant, roti, susu dan vitamin, Rabu (27/05/2020).

Diharapkan dengan hadirnya bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka selama menjalani karantina mandiri.

Baca juga : Bupati Ngawi Pantau Penyerahan BLT DD Di Wilayah Kecamatan Padas

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Bupati Ngawi Pantau Penyerahan BLT DD Di Wilayah Kecamatan Padas

Bupati Ngawi Pantau Penyerahan BLT DD Di Wilayah Kecamatan Padas

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Bantuan sosial tunai dari kementerian sosial tahap pertama sudah tersalurkan kepada warga terdampak covid-19.

Di wilayah kecamatan Padas, sebanyak 1.969 keluarga penerima manfaat (KPM) dari 12 desa telah menerima bantuan sosial tunai dari kementerian sosial sebesar Rp. 600.000,-/bulan tahap pertama yang dibagikan melalui kantor pos.

Selain bersumber dari pemerintah pusat, bantuan sosial juga dianggarkan oleh pemerintah desa dari dana desa (DD) sesuai Permendes Nomor 6 Tahun 2020.

Bupati Ngawi sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 14/058/404.112.2/2020 Tentang Pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai Yang Bersumber dari Dana Desa (BLT DD) tertanggal 04 Mei 2020.

Dalam Surat Edaran tersebut dijelaskan bahwa BLT Desa dianggarkan dalam jenis belanja tak terduga pada sub bidang keadaan mendesak bidang penanggulangan bencana , keadaan darurat dan keadaan mendesak.

BLT DD ditetapkan dengan nominal Rp. 600.000,-/KK/bulan untuk tiga bulan, sedangkan penetapan jumlah penerima bantuan terdapat 4 klausul:

  1. Desa penerima DD kurang dari Rp. 800.000.000,- alokasi BLT maksimal 25%
  2. Desa penerima DD kurang dari Rp. 800.000.000,- s/d Rp. 1.200.000,- alokasi BLT maksimal 30%
  3. Desa penerima DD lebih dari Rp. 1.200.000,- alokasi BLT maksimal 35%
  4. Desa dengan jumlah keluarga miskin lebih besar dari alokasi anggaran dapat menambah alokasi dengan permohonan tertulis kepada Bupati

Baca Juga :

100 Pedagang Pasar Kedungprahu Jalani Rapid Test

Bupati Ngawi Optimalkan Koordinasi Pencegahan Penanggulangan Covid-19 Melalui VidCon

Bupati Ngawi didampingi Kepala Desa Sambiroto (tengah) serahkan BLT Desa secara simbolis kepada salah satu warga Desa Sambiroto Kecamatan Padas

Namun ntuk menghidari tumpang tindih bantuan dengan Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah Pemerintah Kabupaten Ngawi menyarankan besaran penganggaran BLT Desa kurang lebih sebesar 5% dari pagu Dana Desa dan apabila Kurang maka dapat ditambah setelah mendapat persetujuan Camat.

BPD Jatim yang menjadi rekanan pemerintah desa dalam penyaluran bantuan menyerahkan BLT DD kepada   291 KPM dari 12 desa se-Kecamatan Padas, Senin (18/05/2020).

Berikut rekapitulasi jumlah penerima manfaat BLT DD se-Kecamatan Padas:

1Banjaransari28 KPM7Munggut23 KPM
2Bendo28 KPM8Pacing23 KPM
3Tambakromo24 KPM9Padas21 KPM
4Tungkulrejo22 KPM10Kedungprahu28 KPM
5Bintoyo22 KPM11Sambiroto26 KPM
6Sukowiyono24 KPM12Kwadungan Lor22 KPM

Bertempat di pendopo Kecamatan Padas, Bupati Ngawi Budi Sulistyono memantau langsung proses penyaluran BLT DD kepada penerima manfaat.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono didampingi Camat Padas Dodi Aprilasetia (batik KORPRI) saat memberi keterangan kepada awak media

Ditemui awak media, Kanang (sapaan akrab Bupati Ngawi) menyampaikan bahwa pengalokasian bantuan langsung tunai yang bersumber dari dana desa (DD) digunakan setelah  warga terdampak telah disisir memperoleh bantuan sosial tunai kemensos.

“Maka Yang pertama kita ijinkan, yang kita sepakati pertama  itu lima persen dari nilai DD, itu digunakan untuk menyisir kekurangan ini (BST Kemensos,*red), setelah itu masih ada satu sisiran lagi yaitu DD tapi untuk program padat karya,” jelas Kanang.

Menurutnya dampak covid-19 telah mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaan, termasuk warga Ngawi di perantauan sehingga menjadi pengangguran. Program  padat karya dari Dana Desa diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi mengatasi pengangguran yang diakibatkan dampak Covid-19.

Berita lain:

Selamat Jalan “The Godfather Of Broken Heart” Didi Kempot

Antara Kartini, Petani Dan Pandemi

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
100 Pedagang Pasar Kedungprahu Jalani Rapid Test

100 Pedagang Pasar Kedungprahu Jalani Rapid Test

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi lakukan deteksi dini penyebaran virus Corona (Covid-19).

Kali ini yang menjadi target adalah pasar tradisional yang tersebar di wilayah kabupaten Ngawi.  Rapid test dilakukan kepada sejumlah pedagang, khususnya pedagang yang berasal dari luar daerah yang masih beroperasi.

Tim gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 menjadwalkan rapid test serentak dilakukan di 5 pasar tradisional (18/05/2020).

Diantaranya adalah pasar Walikukun kecamatan Walikukun, pasar Sambirejo kecamatan Mantingan, pasar Kedungprahu kecamatan Padas, pasar Sembung kecamatan Karangjati dan pasar Mluwur kecamatan Pangkur.

Seperti yang terlihat di pasar tradisional Kedungprahu, Tim gugus tugas Kabupaten Ngawi yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja, Tim gabungan Kecamatan Padas, UPT Puskesmas Padas, Polsek, Koramil dan Pemerintah Kecamatan Padas lakukan rapid test kepada sejumlah pedagang di pasar tradisional Kedungprahu.

Sebanyak 100 pedagang diambil sampel darahnya untuk dilakukan rapid test. Hasil rapid test menunjukkan 27 orang reaktif dan sisanya unreaktif.

Bagi pedagang yang hasil rapid test-nya reaktif diharuskan untuk melakukan protokol kesehatan dan menjalani isolasi madiri selama 14 hari sambil menunggu dilakukan rapid test kedua.

Selain di pasar-pasar tradisional, rapid test juga akan dilakukan di tempat-tempat dengan tingkat konsentrasi kerumunan masa yang tinggi seperti bank dan pabrik.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0