Bersih Desa Dari Perspektif Budaya Dan Adat Istiadat

Bersih Desa Dari Perspektif Budaya Dan Adat Istiadat

Sambiroto, Indonesia kaya akan keberagaman suku, bahasa, adat istiadat dan budaya. Sepatutnya dengan kemajemukan masyarakat yang begitu besar kita bisa saling menghargai dan saling menghormati. Dengan menanamkan semangat persatuan dan kesatuan, bangsa Indonesia akan tetap menjadi negara  yang berdaulat dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Keberagaman yang kita miliki saat ini tidak lepas dari hasil cipta, rasa dan karsa para pendahulu. Nilai-nilai kearifan budaya ketimuran menjadi identitas bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan.

Banyak daerah di pulau Jawa yang masih melestarikan tradisi bersih desa (nyadran,*jawa). Namun tidak dipungkiri ada juga beberapa daerah yang mulai meninggalkannya. Secara umum bersih desa dilaksanakan oleh masyarakat desa pada bulan (jawa) tertentu setiap tahunnya. Diwujudkan dengan menggelar kesenian jawa seperti tari gambyong, karawitan, wayang kulit maupun kesenian yang lain.

Esensi pagelaran seni budaya dalam rangka bersih desa-pun mulai terjadi pergeseran. Dahulu masyarakat pulau jawa khususnya menggelar kesenian sebagai sarana hiburan rakyat, namun sekarang lebih kepada upaya untuk melestarikan dan mempertahankan budaya asli daerah agar tetap dikenal dari generasi ke generasi.

Berita terkait : Pemdes Sambiroto Gelar Pelestarian Budaya Dalam Rangka Bersih Desa

Doa bersama rangkaian kegiatan bersih desa Sambiroto, Jumat (24/07/2020)

Lebih dari itu, kegiatan bersih desa merupakan perwujudan rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia yang dilimpahkan kepada masyarakat desa. Dengan memanjatkan doa bersama harapan kedepan disematkan untuk desa yang “gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem kartaraharja”, yaitu desa yang berlimpah rejekinya, subur tanah pertaniannya, serba tertata, damai dan sejahtera.

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
BPD Bersama Pemdes Sambiroto Gelar Musdes Penyusunan RKP-Desa TA 2021

BPD Bersama Pemdes Sambiroto Gelar Musdes Penyusunan RKP-Desa TA 2021

Sambiroto, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama Pemerintah Desa Sambiroto menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP-Desa) Tahun Anggaran 2021.

Pelakasanaan Musdes RKP-Desa mendasar pada Permendesa PDTT Nomor 16 Tahun 2019 tentang Musyawarah Desa. Musdes RKP-Desa bertujuan menyusun perencanaan desa yang baik dan matang dalam menentukan pokok-pokok kebijakan arah pembangunan Desa Sambiroto untuk tahun anggaran 2021 yang akan datang.

Bertempat di Balai Desa Sambiroto, Rabu (22/07) Mudes dihadiri oleh Camat Padas, Babinsa, BPD, Kepala Desa beserta jajarannya dan unsur RT/RW beserta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya Camat Padas Dodi Aprilasetia menuturkan RKP-Desa harus sesuai dengan visi misi pemerintahn desa yang tertuang dalam RPJM. Beliau mengingatkan pembangunan dei desa harus memenuhi prinsip-prinsip yang beliau sebut dengan istilah “POAC” (planning, organizing, actuating, controlling).

Planning atau perencanaan salah satunya diwujudkan dengan penyusunan rencana kerja dalam hal ini RKP Desa. Organizing atau pengorganisasian dengan melibatkan stakeholder/pemangku kepentingan (pemdes, tim penyusun RKP Desa, pendamping desa, BPD dan masyarakat). Actuating atau aktualisasi pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan perencanaan yang matang. Controlling merupakan fungsi pengawasan yang harus dilakukan oleh masyarakat dan juga BPD agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dan tidak keluar dari perencanaan.

Berita terkait :

Penandatanganan Berita Acara Musyawarah Penyusunan RKP-Desa Sambiroto oleh perwakilan masyarakat

Dalam musyawarah yang dipimpin oleh BPD tersebut Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono menyampaikan laporan realisasi RKP-Desa Tahun 2019 dan prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan di tahun anggaran 2021.

Pelaksanaan musdes diawali dengan pencermatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Sambiroto (RPJM) Tahun 2020-2025. Gagasan/usulan dusun yang tertuang dalam RPJM menjadi acuan penyusunan RKP-Desa Tahun 2021.

Musdes menghasilkan beberapa mufakat tentang pokok-pokok prioritas pembangunan tahun 2021. Dilanjutkan dengan membentuk 11 anggota tim penyusun RKP-Desa dan 5 anggota tim verifikasi.

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Mini Lokakarya Lintas Sektoral Kecamatan Padas

Mini Lokakarya Lintas Sektoral Kecamatan Padas

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- UPT Puskesmas Padas menggelar pertemuan mini lokakarya lintas sektor bertempat di pendopo Kecamatan Padas, Senin (20/07).

Mini lokakarya digelar dalam rangka koordinasi lintas sektor. Membahas evaluasi hasil kegiatan, informasi-informasi terbaru serta menyusun kegiatan berikutnya di tengah pandemi covid-19.

UPT Puskesmas Padas selaku inisiator lokakarya mengundang seluruh pemangku kepentingan di wilayah kecamatan padas. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Padas beserta jajarannya, Kepolisian Sektor Padas, Koramil dan perwakilan pemerintah desa di Kecamatan Padas.

Seperti yang diungkapkan dr. Zain Ratna Priyanto M.Mkes (Kepala UPT Puskesmas Padas) dalam sambutannya. Menghadapi pandemi covid-19 penting bagi semua pihak untuk mengambil langkah-langkah atau tindakan pencegahan penyebaran. Baik dalam kehidupan masyarakat maupun berkaitan dengan kegiatan/program pemerintahan.

Berita terkait : Adaptasi New Normal “Walet-Walet” Sambiroto

Pelayanan kesehatan masyarakat harus tetap berjalan. Hak-hak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan tetap harus dipenuhi. Penanggulangan stunting sebagaimana instruksi presiden tetap dilaksanakan dengan tata cara yang baru. Penyelenggaraan posyandu balita dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Pernyataan dr. Zain diamini oleh Camat Padas Dodi Aprilsetia. Menurutnya pemerintah desa harus hadir memberi dukungan pelaksanaan posyandu dalam menerapkan tata kehidupan baru menghadapi pandemi covid-19. Wujud kehadiran pemerintah desa bisa dituangkan dengan mengalokasikan anggaran untuk alat pelindung diri (APD) bagi kader posyandu.

Dodi juga menyinggung tentang era new normal yang sering disalah artikan oleh sebagian besar masyarakat. Istilah tersebut sudah tidak relevan lagi dan diganti dengan tatanan kehidupan baru.

Terlebih lagi sudah muncul peraturan bupati yang mengatur tentang protokol kesehatan. Bagi warga yang kedapatan beraktifitas diluar rumah tanpa menggunakan masker akan dilakukan penyitaan KTP selama dua minggu.

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Yang Muda Yang Berkarya, Kerja Bakti Pembuatan Lampu Penerangan Jalan

Yang Muda Yang Berkarya, Kerja Bakti Pembuatan Lampu Penerangan Jalan

Sambiroto, Aset utama yang menjadi modal dasar pembangunan adalah sumber daya manusia, sumber daya alam  serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keberhasilan suatu pembangunan akan sangat ditentukan oleh ketiga aspek tersebut.

Dunia pendidikan di Indonesia merupakan cerminan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Saat ini begitu banyak dijumpai sekolah-sekolah kejuruan yang notabene menekankan penguasaan skil/keahlian bagi peserta didiknya. Dengan harapan setelah lulus nanti para siswa akan mempunyai kompetensi dan daya saing di dunia kerja.

Namun bukan berarti skil/keahlian hanya dapat diperoleh di pendidikan formal saja. Pendidikan non formal seperti pelatihan, bahkan keahlian yang didapatkan otodidak juga tidak bisa dinafikan keberadaannya. Kembali lagi ke manusianya, dengan kerja keras, keuletan, ketekunan dan disiplin bukan tidak mungkin keberhasilan dapat diraih.

Secuil pembelajaran yang dapat diambil dari kegiatan kerja bakti di lingkungan RT 01 RW 02 Dusun Sambiroto II, Selasa (20/07). Halaman rumah Edi Marjoko (Ketua RT) setempat mendadak disulap bak bengkel professional. Beberapa remaja sibuk menyusun pipa-pipa besi sepanjang tiga meter. Dua diantaranya fokus mengoperasikan welder.

Berita terkait : Gotong Royong, Asa Itu Masih Ada

Sebut saja Dimas, remaja berusia 16 tahun tersebut begitu antusias mengoperasikan mesin las. Apa yang dilakukan Dimas membuat teman-teman seusiannya penasaran dan ingin mencoba. Dengan bimbingan ahlinya mereka diajarkan teknik-teknik mengoperasikan welder, menyambung dan merangkai pipa yang akan dijadikan tiang lampu penerangan jalan.

Menurut Edi, saat ini kebutuhan lampu penerangan jalan di lingkungannya sejumlah 26 titik, untuk dia siapkan tiang sesuai kebutuhan. Dengan membuat sendiri secara kerja bakti bersama lingkungan dapat  menekan ongkos pembuatan yang diambil dari kas RT.

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Adaptasi New Normal “Walet-Walet” Sambiroto

Adaptasi New Normal “Walet-Walet” Sambiroto

Sambiroto, Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan dalam perilaku kehidupan sehari-hari.

Memasuki masa new normal aktifitas masyarakat berangsur-angsur pulih meskipun dalam keterbatasan. Aktifitas sosial, perekonomian, perdagangan maupun layanan publik mulai hidup kembali. Dan yang terpenting diimbangi dengan tingkat kesadaran dan kedisiplinan masyarakat memasuki tatanan hidup baru.

Selama masa pandemi covid-19 pelayanan kesehatan di Desa Sambiroto tetap berjalan. Semua Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) melakukan kegiatan rutin memantau tumbuh kembang balita.

“Kegiatan Posyandu Walet I, Walet II, Walet III dan Walet IV dilkukan dengan memperhatikan protokol kesehatan.” jelas Siti Munawaroh (Bidan Desa Sambiroto).

Berita terkait :

Ibu dan balita diberikan edukasi kesehatan untuk sering cuci tangan pakai sabun

Berbeda dari kegiatan rutin posyandu pra-pandemi, pemantauan tumbuh kembang anak tidak dipusatkan pada satu lokasi. Untuk menghindari kerumunan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita didistribusikan kader posyandu dari rumah ke rumah.

Saat pendistribusian PMT balita, kader posyandu diwajibkan memakai masker. Diteruskan dengan memberikan edukasi kesehatan bagi ibu dan balita tentang pola hidup sehat. Selain itu kader berfungsi mengumpulkan informasi tentang perkembangan balita maupun gangguan kesehatan yang mungkin dialami.

Pemberian imunisasi juga penting guna meningkatkan imunitas balita agar mempunyai daya tahan tubuh yang baik untuk melawan penyakit.

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0