Samber Galeng, Si Gesit Sahabat Petani

Samber Galeng, Si Gesit Sahabat Petani

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Di daerah pedesaan populasi burung di alam liar masih dapat kita jumpai keberadaannya. Menikmati udara yang sejuk dibarengi kicau burung di pagi hari bakal meninggalkan kerinduan akan alam pedesaan yang damai bagi siapa saja yang pernah tinggal di desa.

Diantara jenis burung yang populasinya masih terjaga di pedesaan adalah layang-layang batu. Burung layang-layang batu oleh masyarakat pedesaan disebut juga dengan samber galeng, asal katadari samber (menyambar)dan galeng (pematang sawah). Karena habitatnya yang banyak dijumpai di area terbuka seperti persawahan dan manuvernya saat menangkap mangsa seolah-olah menyambar pematang sawah maka dinamakan samber galeng.

Layang-layang batu biasanya hidup dalam kelompok kecil, tubuh bagian atas berwarna biru sementara dahinya berwarna coklat dengan ukuran panjang tubuh antara 13-14 cm. Burung layang-layang batu yang juga dikenal dengan nama Pasific swallow mempunyai sayap yang lebih panjang dibandingkan ekor, sehingga membuatnya mampu bermanuver dengan lincah. Populasi Layang-layang batu berada ada di sekitar wilayah asia tenggara.

Sunarto (54 tahun), warga RT 001/002 Desa Sambiroto sedang menyemprot tanaman padinya dengan insektisida untuk menghalau hama walang sangit. diikuti sekumpulan burung layang-layang batu yang siap memangsa walang sangit ketika disemprot.

Makanan utama burung dengan nama latin Hirundo Acuta ini adalah jenis serangga seperti belalang, kumbang, semut dan rayap. Selain itu ikan-ikan kecil juga menjadi sumber makanannya. Layang-layang batu kerap mencari mangsa di area persawahan dan sekitar aliran sungai.

Samber galeng jika terbang selalu menyambar serangga yang ada di area persawahan. Sehingga hal itu menguntungkan petani karena perannya dapat membantu dalam pengendalian populasi hama. Salah satu hama yang menjadi momok petani adalah walang sangit (Leptocorisa Acuta). Meskipun tidak signifikan, keberadaan samber galeng dapat mengurangi serangan walang sangit maupun serangga lainnya yang menjadi ancaman bagi tanaman petani.

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Filosofi Kendi Dalam Sastra Dan Budaya

Filosofi Kendi Dalam Sastra Dan Budaya

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Kendi merupakan jenis gerabah atau perabotan rumah tangga yang terbuat dari tanah liat, dibuat melalui proses pembakaran. Dengan ciri fisik bentuknya yang menggelembung ditengah, terdapat tangkai leher diatasnya sebagi pegangan dan lubang mengerucut (kucu) disisi lainnya, kendi berfungsi sebagai wadah/tempat air minum.

Secara umum, kendi banyak dijumpai di daerah pedesaan, khususnya dipulau jawa. Kalaupun ada dibeberapa tempat diperkotaan itupun sudah beralih dari fungsi asalnya dan hanya sekedar aksesoris/interior belaka. Kecuali Yogyakarta yang kental dengan nuansa budaya tradisional. Tak heran Yogyakarta disebut juga dengan kota budaya.

Keberadaan kendi yang kita kenal saat ini tak luput dari pengaruh peradaban hindu jauh sebelum agama islam masuk di jawa dwipa (pulau jawa). Hal itu bisa dibuktikan dengan berbagai macam prasasti maupun arsitektur bersejarah seperti candi Prambanan dan Borobudur yang diperkirakan dibangun pada abad kedelapan. Bahkan pada lambang negara kita tercantum kalimat yang dikutip dari bahasa sansekerta dalam kitab Sutasoma (abad 14) “Bhineka Tunggal Ika”.

Kendi menjadi bagian dari ritual adat kenduri adang uduk menjelang pernikahan

Etimologi Dan Filosofi Kendi

Dikutip dari Wikipedia, kata kendi berasal dari bahasa sansekerta (dari India) yakni kundika yang artinya ‘wadah air minum’. Dalam filosofi Jawa, kendi dimaknai sebagai wadah/sumber kehidupan, dilambangkan air didalamnya yang juga sebagai sumber kehidupan manusia dan seluruh alam.

Kendi juga sering digunakan dalam ritual adat jawa, seperti prosesi kenduri adang uduk menjelang dilaksanakannya pernikahan. Harapan dan doa terselip didalamnya agar dengan niat yang suci  dapat membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam perkembangan sastra Jawa kata kendi tidak hanya dipandang dari sisi asal bahasa (sansekerta), namun merupakan kerata basa atau dalam bahasa Indonesia disebut bakronim. Kerata basa atau bakronim adalah frasa yang dibentuk untuk mengartikan sebuah kata dengan menganggap kata itu sebagai akronim (*Wikipedia).

Kendi dalam kerata basa bisa dimaknai sebagai kendalining diri (pengendalian diri) dari sifat-sifat buruk manusia dalam kehidupan. Kerata basa juga sering digunakan oleh para mubaligh/ustadz untuk syiar agama Islam melalui pendekatan bahasa agar mudah dipahami oleh audien, khususnya di pulau jawa. Kendi dimaknai sebagai teken kang gedi (tongkat/patok yang besar lagi kokoh) yang digunakan untuk pegangan. Makna filosofis dibalik teken kang gedi yaitu manusia harus berpegang teguh hanya kepada Allah SWT, Yang Maha Besar lagi Maha Agung. Karena Dialah pemilik segala kehidupan, dan kepada-Nyalah semua dikembalikan.

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Verifikasi HIbah Air Minum Pedesaan (HAMP) Desa Sambiroto

Verifikasi HIbah Air Minum Pedesaan (HAMP) Desa Sambiroto

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Di tahun anggaran 2020 ini Pemerintah Desa Sambiroto  menerima program Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Program HAMP ini berkolaborasi dengan Program Pamsimas III “Sambi Makmur” Desa Sambiroto diwujudkan dalam bentuk  sambungan rumah (SR).

Karena HAMP merupakan program pemerintah pusat yang melibatkan peran pemerintah kabupaten dalam mengalokasikan dana investasi dalam APBD, maka regulasi dilaksanakan sesuai ketentuan yang ada. Pencairan dilaksanakan dalam tiga termin. Termin pertama sebesar 20% dengan capaian progress 25%, termin kedua sebesar 30% dengan 50% dan termin ketiga 50% dengan capaian progress 100%.

Pemeriksaan jaringan dan water meter program Hibah Air Minum Pedesaan (HAMP) oleh Sri Utami (konsultan teknis)

Capaian progres HAMP di Sambiroto telah rampung 100%. Dimana pencairan termin pertama sebesar 20% telah diterima 25 September 2020, termin kedua 30% 8 Oktober 2020 dan termin ketiga sebesar 50% dicairkan 23 Oktober 2020.

Guna menindaklanjuti program tersebut, konsultan teknis program HAMP melakukan verifikasi kelayakan sambungan rumah (SR) Rabu, 28 Oktober 2020. Sri Utami (konsultan teknis HAMP) didampingi KP SPAM melakukan verifikasi lapangan di 89 titik SR terkait kelayakan sambungan, water meter, pipa GI dan HDPE.

Program Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP) merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan air minum di kawasan perdesaan demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Program ini diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PPS Sambiroto Laksanakan  2 Tahapan Beruntun Pilbup Ngawi 2020

PPS Sambiroto Laksanakan 2 Tahapan Beruntun Pilbup Ngawi 2020

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Panitia Pemungutan Suara (PPD) Desa Sambiroto melaksanakan dua tahapan berturut-turut pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi 2020.

Tahapan pemasangan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dilaksanakan oleh PPS Sambiroto, Rabu (28/10/2020). DPT yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Ngawi tertanggal 16 Oktober 2020 ditempel di sekretariat PPS, 5 wilayah kerja KPPS dan tempat-tempat strategis lainnya.

Jumlah pemilih di Desa Sambiroto yang tercantum dalam DPT sebanyak 2.170, terdiri dari 1.049 pemilih laki-laki dan 1.121 pemilih perempuan yang tersebar di 5 TPS.

Berita terkait :

Pemasangan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Ngawi 2020 di Sekretariat PPS

Sosialisasi Keliling “Bende”

Tahapan selanjutnya adalah kegiatatan sosialisasi keliling (giat sosling) pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi 2020 yang dilaksanakan hari ini, Kamis (29/10/2020).

“Hari ini kita informasikan lagi kepada masyarakat tentang tanggal pemungutan suara yaitu Rabu, 9 Desember 2020. Himbauan untuk tidak golput dan menggunakan hak pilihnya dengan baik. Karena suara mereka menentukan nasib Kabupaten Ngawi 5 tahun kedepan.” Ujar Budi Hartanto (Ketua PPS Sambiroto).

PPS Sambiroto laksanakan tahapan sosialisasi keliling Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi

Hal yang tidak kalah penting adalah dengan disosialisasikannya protokol kesehatan di TPS nanti. Petugas di TPS akan dibekali perlengkapan dan prosedur kesehatan yang ketat. Selain itu masyarakat dihimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.  Hal itu penting dilakukan agar masyarakat merasa aman dan tidak ragu untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi 2020 : Pilkada Extra Ordinary

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi 2020 : Pilkada Extra Ordinary

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi akan segera digelar Rabu, 9 Desember 2020 mendatang. Berbagai tahapan telah dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi sebagai penyelenggara.

Mungkin ini pertama kalinya dalam sejarah pilkada langsung di Ngawi dimana terdapat pasangan calon (paslon) tunggal . Sebagaimana diketahui KPU Kabupaten Ngawi telah menetapkan satu paslon Ony Anwar Hasono – Dwi Rianto Jatmiko (Ony-Antok) sebagai peserta tunggal pilkada Ngawi 2020, Rabu (23/09/2020).

Disisi lain penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan di Kabupaten Ngawi tahun ini begitu berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi digelar di tengah pandemi Covid-19.

Berbagai rangkaian tahapan dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan untuk menjaga dan melindungi semua pihak, baik penyelenggara maupun masyarakat agar tidak terjadi klaster baru di TPS.

12 Hal Baru Di TPS Pada Pilkada Ngawi 2020

  1. Pembatasan pemilih. Jumlah pemilih di TPS dibatasi, paling banyak 500 orang pemilih.
  2. Pengaturan Kedatangan. Di dalam surat pemberitahuan (Model C-Pemberitahuan) akan dicantumkan jam kehadiran pemilih.
  3. Penggunaan Masker. Penyelenggara dan pemilih wajib menggunakan masker.
  4. Penggunaan sarung tangan. Disediakan sarung tangan plastik di TPS.
  5. Pengecekan suhu. Penyelenggara dan pemilih wajib dicek suhu tubuhnya.
  6. Mencuci tangan. Penyelenggara dan pemilih wajib mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah memasuki TPS.
  7. Dilarang bersalaman. Penyelenggara dan pemilih tidak boleh berjabat tangan.
  8. Jaga jarak. Penyelenggara dan pemilih tidak boleh berdekatan selama pemungutan dan penghitungan suara.
  9. Tinta tetes. Tinta yang biasanya dicelup akan diganti menjadi tetes.
  10. Penyemprotan disinfektan. Dilakukan penyemprotan disinfektan di TPS secara berkala.
  11. Menjamin KPPS sehat. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara selalu dijaga dalam keadaan sehat.
  12. Petugas bebas Covid-19. Sebelum pelaksanaan pemungutan suara akan dilakukan rapid test kepada semua KPPS yang bertugas.

Dengan diberlakukannya protokol kesehatan yang ketat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada penyelenggara maupun masyarakat. Masyarakat  dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik di TPS tanpa bayang-bayang Covid-19.

Dengan adanya paslon tunggal dan waktu pelaksanaan yang berada di tengah pandemi bisa dikatakan bahwa pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 ini adalah pilkada extra ordinary.

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0