SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Keberadaan suatu daerah memiliki ciri khas dan karakter sendiri-sendiri. Ada daerah yang dikenal karena letak geografisnya, ada juga yang populer karena lokasi wisata, kuliner maupun ikon-ikon lain.

Kabupaten Ngawi misalnya, identik dengan tugu gading gajah, pohon bambu atau “awi”, maupun tempat-tempat bersejarah seperti Monumen Soerjo, Benteng Van Den Bosch bahkan Museum Trinil. Dari sisi kuliner siapa yang tak kenal dengan kripik, oleh-oleh khas Ngawi.

Ikon-ikon atau ciri khas itulah yang membedakan satu daerah dengan daerah yang lain. Menjadikan suatu daerah lebih mudah untuk dikenal  oleh publik.

Dilingkup yang lebih luas, Negara kita khususnya DKI Jakarta ikon yang mudah dikenali yaitu Tugu Monas (Monumen Nasional). Monumen yang dibangun 17 Agustus 1961 pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno tersebut menjadi ikon kebanggaan DKI Jakarta dan Indonesia.

Terinspirasi dari Tugu Monas (Monumen Nasional) yang ada di Jakarta, warga lingkungan RT 001/002 Dusun Sambiroto II menduplikasi model bangunan untuk dijadikan ikon lingkungan RT setempat.

Tugu Monas mini tersebut dibangun dengan swadaya lingkungan. Pekerja dan tenaga tukangpun cukup dari warga setempat. Dibalut dengan warna bernuansa keemasan cukup memberikan kesan yang cerah dan elegan. Warna emas juga mengisyaratkan kemuliaan dan kesejahteraan.

Meskipun berukuran mini dan tidak sedetail Monas, toh tetap menjadi salah satu tempat yang menarik bagi anak-anak dan remaja. Dan yang tak kalah penting, tugu Monas mini tersebut dibangun secara swadaya dan gotong-royong. Tetap menjadi sarana terjaganya hubungan yang harmonis antar warga dilingkungan setempat.

Baca juga :