SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) Pamsimas “Sambi Makmur” Desa Sambiroto berkesempatan menimba ilmu tentang pengelolaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat.

Kesempatan tersebut diperoleh dalam pelatihan peningkatan kapasitas KP-SPAMS yang diselenggarakan oleh asosiasi Pamsimas Kabupaten Ngawi bersama konsultan pendamping, Jumat (06/11/2020).

Ketua Asosiasi KP-SPAMS Tirto Manunggal Kabupaten Ngawi, Muhammad Abinawa menuturkan kedatangannya bersama tim untuk melakukan monitoring sejauh mana perkembangan Pamsimas yang dikelola KP-SPAMS desa. Selain itu pentingnya dilakukan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan Pamsimas agar lebih baik kedepannya.

Disinggung mengenai rencana pelatihan bagi KP SPAMS di desa lain, Abin menjelaskan, “O tentu itu termasuk tugasnya asosiasi untuk melakukan monitoring sekaligus pelatihan disetiap desa pasca namanya. Jadi desa-desa yang sudah dapat Pamsimas.” Jelasnya.

Abin melanjutkan, sampai saat ini asosiasi telah melakukan tugas monitoring sekaligus pelatihan di 54 desa pasca. Dan kemungkinan ditahun depan (2021) akan bertambah lagi, karena dari data yang diterimanya ada 20 desa yang mendapatkan program Pamsimas di tahun 2020 ini.

Berita terkait :

Ketua asosiasi KP-SPAMS Tirto Manunggal Kabupaten Ngawi, Muhammad Abinawa (berkacamata) melakukan pendampingan tata kelola administrasi KP-SPAMS Pamsimas Sambi Makmur Desa Sambiroto

Prinsip Utama Ketersediaan Dan Kemudahan Akses Air Minum Dan Sanitasi Bagi Masyarakat

Sementara itu konsultan program Pamsimas Kabupaten Ngawi, Wahyu Trianto menjelaskan bahwa asosiasi Pamsimas Kabupaten Ngawi mendapatkan support pendanaan langsung dari pemerintah pusat dan sudah berjalan 3 tahun terakhir.

“Selama ada Pamsimas nanti ada dana-dana yang diberikan ke asosiasi untuk membina anggotanya dari KP-SPAMS desa pasca program Pamsimas dari tahun 2014 sampai tahun berjalan.” ungkapnya.

Wahyu mengungkapkan yang menjadi prinsip dasar adalah ketersediaan dan kemudahan akses air bersih bagi masyarakat, baik itu dari Pamsimas atau akses perorangan (sumur pribadi misalnya).

Konsultan Program Pamsimas Kabupaten Ngawi, Wahyu Trianto (menghadap kamera, berkaos hitam) memberikan materi pelatihan

Ada tiga poin yang perlu mendapatkan perhatian serius jika akses air minum dan sanitasi berasal dari Pamsimas yang dikelola oleh KP-SPAMS. Yang pertama adalah legalitas KP-SPAMS yang meliputi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Kedua tentang tata kelola administrasi dan yang ketiga, target atau rencana pengembangan kedepan.

Baca juga :