Mendes PDTT Keluarkan SE Tentang Percepatan Penggunaan Dana Desa Tahun 2021

Mendes PDTT Keluarkan SE Tentang Percepatan Penggunaan Dana Desa Tahun 2021

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) menekankan percepatan penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2021.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Percepatan Penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

Maksud dan tujuan surat edaran tersebut untuk percepatan pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun 2021, Padat Karya Tunai Desa (PKTD), serta prioritas penggunaan Dana Desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020.

Berita terkait :

Adapun ruang lingkup yang dimaksud meliputi BLT Dana Desa, Padat Karya Tunai Desa, pemutakhiran data dan informasi desa serta masyarakat.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Abdul Halim Iskandar tanggal 30 Desember 2020 tersebut disebutkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa tahun 2021 akan di berikan sebesar 300 ribu rupiah per bulan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan mulai berlaku sejak bulan Januari.

Oleh karena itu, Pemerintah Desa dituntut untuk menindaklanjuti dengan melakukan validasi data KPM, baik untuk kepentingan pengurangan bagi yang tidak berhak menerima, maupun penambahan karena ditemukan keluarga yang memenuhi syarat tetapi belum menerima bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS). Pemutakhiran data dan informasi berkenaan dengan kewilayahan desa dan kewargaan masyarakat desa, sesuai petunjuk teknis yang bisa diunduh di http://sid.kemendesa.go.id.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2021 harus dituntaskan dengan memasukkan ketiga poin ruang lingkup diatas ditambah dengan prioritas penggunaan Dana Desa lainnya sesuai Permendes PDTT Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

APBDes dan Rencana Kerja Pemerintah Desa TA 2021 harus segera dilaporkan ke Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi selambat-lambatnya tanggal 31 Januari 2021.

SE-Nomor-17-Tahun-2020

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Mushola Miftakhul Huda, Hikmah Spiritual dan Kebersamaan Songsong Tahun Baru 2021

Mushola Miftakhul Huda, Hikmah Spiritual dan Kebersamaan Songsong Tahun Baru 2021

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Pemandangan berbeda terlihat di Mushola Miftakhul Huda, RT 004 RW 002, Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi jelang malam pergantian tahun baru 2021, Kamis (31/12).

Belasan warga setempat bergotong royong mengerjakan penambahan gesung baru di Mushola yang didirikan 12 Agustus 2009 tersebut. Pada awalnya, bangunan utama mushola tersebut berukuran 6×6 meter. Karena sudah tidak mampu menampung jamaah terutama pada pelaksanaan ibadah salat tarawih di bulan Ramadan, maka takmir beserta warga setempat sepakat untuk menambah ruang ibadah.

Sekretaris Desa Sambiroto, Marsono yang juga jamaah di mushola tersebut mengungkapkan bahwa pembangunan ruang baru tersebut berukuran 6×6 meter, sama dengan bangunan lama.

Hal itu dibenarkan oleh ketua pelaksana pembangunan Mushola sekaligus Ketua RT setempat, Senen. Saat dikonfirmasi, Senen menjelaskan, hari ini tak kurang dari 15 warga turut berpartisipasi dan bergotong-royong melakukan pengerjaan rabat lantai.

“Tidak ada jadwal khusus bagi yang ikut kerja mas, ngalir saja. Kebetulan hari ini ada lima belas orang yang bantu. Hari ini rabat lantai, tinggal pasang keramik saja,” ungkapnya.

Sedangkan biaya pembangunan berasal dari kas mushola dan infaq warga, ditambah lagi sumbangan dari beberapa donatur.

Senen juga mengungkapkan jika pihaknya tidak mempekerjakan tukang, semua dikerjakan secara sukarela dan gotong-royong. Hal ini sekaligus memupuk semangat kebersamaan bagi warga.

Baca juga :

Tahun Baru Momentum Untuk Bermuhasabah Diri

Dari kegiatan diatas kita bisa belajar, ternyata datangnya tahun baru 2021 tak lantas dimaknai dengan perayaan, pesta kembang api dan euforia-euforia lainnya.

Justru momentum tahun baru dapat kita jadikan untuk mengerjakan sesuatu yang lebih bermanfaat. Mengambil hikmahnya dengan bermuhasabah diri, mengevaluasi kekurangan diri untuk berbuat lebih baik kedepan. Saling menjalin silaturahmi, kepedulian dan kebersamaan diantara sesama.

Dan hal yang paling mendasar adalah sisi spiritualitas memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan. Karena pada hakikatnya, pergantian hari, bulan dan tahun mengingatkan bahwa usia kita dan alam semesta ini bertambah tua. Pada saatnya tiba, semua akan kembali kepada-Nya.

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Bantuan Sosial Kembali Digulirkan Awal Januari 2021

Bantuan Sosial Kembali Digulirkan Awal Januari 2021

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Bantuan sosial (bansos)kembali akan digulirkan pemerintah awal Januari 2021. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dalam keterangan pers usai mengikuti ratas (rapat terbatas) Kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/12).

“Adapun rencana pemberian bantuan itu akan dimulai secara serempak itu pada awal Januari,” jelas Muhadjir dalam keterangan persnya.

Didampingi Menteri Sosial Tri Rismaharini, Muhadjir mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo memimpin langsung ratas kabinet khusus membahas tentang rencana pelaksanaan bantuan sosial tahun 2021.

Dalam ratas terungkap bahwa bantuan sosial tahun 2020 telah berjalan dengan baik dengan rata-rata capaian diatas 90%, bahkan skema bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) telah berjalan 100%.

Baca juga :

Ratas juga membahas skema bansos tahun 2021 yang mekanismenya hampir sama dengan tahun 2020, namun terdapat beberapa revisi. Untuk wilayah Jabodetabek yang pada tahun 2020 ini menggunakan skema sembako akan diubah menjadi bantuan langsung tunai dengan mengikuti pedoman dan arahan dari Kementerian Sosial.

Dalam keterangan persnya, Muhadjir menyampaikan pesan Jokowi yang melarang keras bagi keluarga penerima manfaat (KPM) menggunakannya untuk membeli rokok.

“Dan yang penting lagi, tadi Bapak Presiden telah wanti-wanti untuk tidak digunakan membeli rokok, sesuai arahan dari Bapak Presiden,” kata Muhadjir.

Mensos : Kita Gak Ada Libur!

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan bahwa data penerima bantuan sosial tahun 2021 sudah hampir final. Data yang dihimpun dari daerah harus sampai ke pemerintah pusat tanggal 1 Januari. Risma menegaskan hal tersebut dengan pernyataannya.

“Bu, tanggal 1 Januari kan libur? kita gak ada libur. Karena saya ingin menyampaikan sesuai instruksi Bapak Presiden bahwa minggu pertama bulan Januari, bantuan ini sudah bisa diberikan kepada penerima manfaat bantuan,” tegas Risma.

“Kalau kita lihat bantuan sembako rata-rata Rp 3,76 triliun, kalau dibagi 300 sekian daerah maka dapat Rp 60 miliaran di daerah perputaran [uang]. Artinya ada perputaran uang yang cukup besar di daerah,” lanjutnya.

Risma memerinci bantuan dalam bentuk program sembako tahun ini sebesar Rp 200 ribu per bulan untuk 18,8 juta penerima manfaat. Bantuan ini akan diberikan selama periode Januari hingga Desember tahun depan.

Baja juga :

Sumber :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Petani Ngawi Siap Tinggalkan Jebakan Listrik untuk Basmi Tikus

Petani Ngawi Siap Tinggalkan Jebakan Listrik untuk Basmi Tikus

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Petani di Kabupaten Ngawi sepakat untuk meninggalkan kebiasaan membasmi tikus dengan jebakan listrik.

Hal itu terungkap dalam Focus Grup Discussion (FGD) yang digelar Polres Ngawi, Sabtu (26/12/2020). Setidaknya terdapat 100 petani yang tergabung anggota Gapoktan mengikuti sosialisasi oleh kepolisian dan instansi terkait.

Mereka menyatakan siap menerima sanksi tegas berupa kurungan penjara, jika masih ada petani yang nekat memasang jebakan tikus dengan jaringan listrik.

Dilansir dari news.detik.com, Kapolres Ngawi, AKBP I Wayan Winaya membenarkan hal tersebut. Menurutnya ada kesepakatan antara petani satu dengan yang lain.

Untuk pembasmian hama tikus, kata Winaya, para petani melalui Gapoktan telah diberikan sosialisasi cara ramah lingkungan yang akan digalakkan dalam membasmi tikus.

Baca juga :

Dari hasil sosialisasi yang dilakukan para peserta FGD memahami betapa bahayanya aliran listrik untuk alat basmi tikus di persawahan. Seiring sudah banyak petani yang menjadi korban dan meninggal dunia.

I Wayan Wanaya juga menyoroti pentingnya peran Gapoktan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya petani tentang bahayanya penggunaan aliran listrik untuk membasmi tikus.

Peran Gapoktan mencegah penggunaan aliran listrik untuk basmi tikus dalam rangka menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. Ada 100 perwakilan petani yang ikut untuk meneruskan ke petani lain,” katanya.

Winaya menjelaskan, dalam membasmi hama tikus, petani akan melakukannya dengan cara-cara yang ramah lingkungan. Setiap kelompok tani akan memelihara burung hantu dan membuat pagupon atau rumah burung hantu (rubuha).

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5311261/petani-ngawi-siap-dipenjara-jika-masih-pakai-jebakan-tikus-listrik

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Ada Ladybird Raksasa di Ngawi

Ada Ladybird Raksasa di Ngawi

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Ladybird berukuran raksasa membuat terkesima warga di Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur.

Pasalnya, Ladybird atau dalam bahasa keseharian masyarakat di Kabupaten Ngawi menyebutnya dengan nama Kepik atau Kumbang Koksi tersebut berukuran ekstra besar dan muncul di sepanjang jalan Yos Soedarso Ngawi.

Ladybird sebenarnya merupakan kumbang kecil yang mudah dikenali karena penampilannya yang bundar dan punggungnya yang berwarna-warni, serta pada beberapa jenis berbintik-bintik. Serangga ini dikenal sebagai sahabat petani karena beberapa anggotanya memangsa serangga-serangga hama seperti kutu daun. Walaupun demikian, ada beberapa spesies koksi yang juga memakan daun sehingga menjadi hama tanaman.

Namun anehnya, kehadiran Kepik tersebut tidak mumbuat nyali warga ciut. Justru keberadaanya menarik warga untuk datang mendekat. Ukuran yang besar dan corak warna yang kontras dan indah menjadi daya tarik tersendiri yang menarik perhatian mereka. Bahkan warga sangat antusias untuk berswafoto dengan serangga tersebut.

Dan ternyata, Ladybird yang ada di sisi Jalan Yos Soedarso hanyalah sebuah replika yang sengaja dibuat untuk mempercantik area pedestarian menuju Alun-alun Ngawi. Selain ukurannya yang besar, perbedaan lain juga nampak pada jumlah corak kulitnya, meskipun sama-sama bercorak hitam dan merah. Pada replika yang seukuran dengan anak kecil tersebut terdapat kurang lebih sepuluh bintik hitam pada warna sayapnya, sedangkan Ladybird yang asli hanya berkisar tujuh bintik saja dengan 3 bintik disetiap sisi sayapnya dan 1 pada bagian kepala.

Berita terkait :

Ikon dan Destinasi Wisata Kuliner

Replika ladybird tersebut hanyalah satu diantara wajah baru Kota Ngawi yang dibangun Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja. Realisasinya diwujudkan dalam pembangunan kawasan Pedestarian dan Pedagang Kaki Lima (PKL) disepanjang jalan Yos Sudarso.

Lajur pedestarian yang diperlebar menjadi 6 meter akan memanjakan pejalan kaki sehingga merasa nyaman dan leluasa. Belum lagi desain eksterior dan landscape yang elegan, dipenuhi ornamen dan gazebo dengan konstruksi ala “Korea” menjadikan pengunjung akan betah berlama-lama menikmati suasana.

Rencananya pembangunan ini diproyeksikan menjadi ikon dan destinasi wisata kuliner atau Malioboro-nya Ngawi. Dengan demikian diharapkan banyak masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga. Karena bentuk, desain dan landscape-nya mirip dengan jalan Malioboro di Yogyakarta, Jalan Yos Soedarso lebih dikenal dengan Ngawioboro.

Namun sayang, keindahan Jalan Yos Soedarso belum sepenuhnya dapat dinikmati akibat penutupan sementara untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada masa libur/cuti bersama tahun baru 2021. Sesuai Surat Edaran Bupati Ngawi Nomor 556/6698/404.115/2020, lokasi tersebut akan ditutup mulai 31 Desember 2020 hingga 02 Januari 2021.

Baca juga :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0