SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menginstruksikan pembatasan terkait penyelenggaraan kegiatan hajatan di wilayahnya.

Hal itu disinyalir akibat didapati 10 orang di wilayah Kecamatan Mantingan dinyatakan positif usai menjalani tes usap. Paska Idul Fitri, warga yang berada di zona hijau memang telah diperbolehkan menggelar kegiatan hajatan. Namun seiring bertambahnya warga yang terkonfirmasi positif dari klaster hajatan maka menurutnya pembatasan perlu diberlakukan.

Bupati Ngawi mengungkapkan instruksiya tersebut menekankan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan dan juga pembatasan waktu kegiatan.

“Waktu hajatan dibatasi maksimal pukul sembilan malam,” ungkap Ony seperti dilansir dari SMNNews.co.id, Selasa (15/06/2021). Pembatasan juga berlaku pada kegiatan hajatan yang bersifat hiburan. Penerapannya akan diperketat, hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan.

“Sebelum Maghrib, semua kegiatan hajatan yang bersifat menggelar acara hiburan juga harus dihentikan. Gugus tugas kecamatan harus tegas mengawasi ini,” jelas Ony dilansir dari sumber yang sama.

Gugus tugas tingkat desa dan kecamatan diminta lebih giat untuk sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk lebih disiplin lagi dalam menjalankan prokes.

Berita Terkait:

Surat Kapolres Kepada Bupati Ngawi

Sementara itu, dalam surat Kapolres (Kepala Kepolisian Resort) Ngawi Nomor B/1106/VI/OPS.2/2021/Bagops tanggal 15 Juni 2021 memuat dua poin penting. Surat tersebut ditujukan kepada Bupati Ngawi selaku Ketua Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kabupaten Ngawi.

Tangkapan layar surat Kapolres Ngawi yang ditujukan kepada Bupati Ngawi yang beredar di media sosial

Dalam surat tersebut Kapolres Ngawi, I Wayan Winaya menyebutkan perlu adanya evaluasi terhadap pengawasan penerapan protokol kesehatan oleh Satgas Covid-19 tingkat desa. Kedua, perlu dilaksanakannya pembatasan terhadap waktu penyelenggaraan semua jenis hajatan sampai dengan waktu maghrib atau pukul 18.00 WIB.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 klaster hajatan. Hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Ngawi Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Partisipatoris dalam rangka pengendalian Penyebaran Covid-19.

Baca juga :