Kabupaten Ngawi Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Madya

Kabupaten Ngawi Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Madya

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Kabupaten Ngawi kembali raih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Madya yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak secara virtual, Kamis (29/07/21) di Command Center Ngawi.

Dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPAKB) Kabupaten Ngawi, dr Nugrahaningrum.

Wabup Ngawi mengapresiasi pencapaian Kabupaten Ngawi masuk dalam kategori Madya

Terima kasih kepada stake holder terkait, pencapaian ini sekaligus motivasi kedepan akan kita upayakan semaksimal mungkin untuk bsia mendapatkan kategori yang lebih tinggi” kata Wabup Ngawi.

Penghargaan KLA ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat untuk daerah dan sekaligus mendorong pemerintah daerah memotivasi keluarga, masyarakat, media dan dunia usaha agar semakin paham terhadap upaya pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, yang harus dipikul bersama.

Sumber: https://beritanasional.id/ngawi-raih-penghargaan-kabupaten-layak-anak-kategori-madya/

Baca juga:

Bupati Ngawi Himbau Berita Duka Tidak Melalui Speaker Masjid

Bupati Ngawi Himbau Berita Duka Tidak Melalui Speaker Masjid

SAMBIROTO NGAWIKAB.ID- Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, ST. MH menghimbau agar penyampaian berita duka jika ada warga yang meninggal tidak dilakukan melalui speaker masjid atau mushola.

Himbauan tersebut tertuang dalam surat Bupati Ngawi Nomor 100/07.106/404.011/2021 tanggal 28 Juli 2021 tentang Himbauan Penyampaian Berita Duka di lingkungan.

Kebijakan itu diambil sehubungan dengan semakin meningkatnya jumlah kematian yang disebabkan oleh Covid-19 di Kabupaten Ngawi.

Dengan tidak disampaikan melalui speaker masjid atau mushola diharapkan warga yang sedang sakit dan isolasi mandiri (isoman) tidak khawatir berlebihan. Perasaan khawatir yang berlebihan ditengarai dapat menyerang warga secara mental maupun psikologis sehingga menurunkan imunitas tubuh.

Selanjutnya, Bupati Ngawi menghimbau penyampaian kabar duka di lingkungan sebaiknya disampaikan secara gethok tular melalui handphone.

Baca juga:

Pemerintah Kembali Datangkan 21,2 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Sinovac

Pemerintah Kembali Datangkan 21,2 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Sinovac

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- ndonesia kembali kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac sebanyak 21,2 juta dosis dalam bentuk bahan baku (bulk), melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (27/07/2021).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kedatangan vaksin ini adalah upaya pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi nasional.

Pada siang hari ini kita menyaksikan kedatangan vaksin COVID-19, yaitu vaksin Sinovac sebanyak 21,2 juta dosis dalam bentuk bahan baku, dan pemerintah masih akan terus berupaya mendatangkan vaksin melalui seluruh jalur yang ada guna memastikan ketersediaan stok vaksin untuk mencapai target sasaran vaksinasi,” ungkapnya.

Ini merupakan kedatangan vaksin ke-30 dari keseluruhan vaksin yang didatangkan oleh pemerintah.Dalam keterangan persnya, Airlangga menyampaikan bahwa vaksinasi COVID-19 adalah sebuah langkah krusial untuk menentukan kesuksesan upaya bersama keluar dari pandemi COVID-19.

Bapak Presiden Joko Widodo menekankan bahwa vaksinasi COVID-19 adalah game changer, yaitu langkah krusial untuk menentukan kesuksesan kita untuk keluar dari pandemi ini,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah selalu memastikan keamanan (safety), kualitas (mutu), dan khasiat (efficacy) untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh. Vaksin tersebut sudah memperoleh izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan pihak terkait lainnya. “Warga masyarakat tidak perlu ragu atau khawatir untuk menerima vaksin,” terang Menko Perekonomian.

Lebih lanjut Airlangga memaparkan, untuk mencapai kekebalan kelompok dalam penanganan pandemi COVID-19 ini, dibutuhkan sekitar 208 juta penduduk Indonesia yang perlu divaksin. “Jumlah ini meningkat setelah ditambahkan kelompok anak berusia 12-17 tahun, dan saat sekarang 718 ribu anak telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Semakin cepat tentunya akan semakin baik,” tambahnya.

Hingga 26 Juli 2021, pemerintah telah melakukan program vaksinasi untuk para tenaga kesehatan, petugas publik, penduduk lanjut usia (lansia), serta masyarakat umum dan rentan dengan jumlah total vaksinasi sebanyak 64,13 juta dosis vaksin. Jumlah tersebut terdiri atas 45,5 juta suntikan pertama dan 18,6 juta suntikan kedua.

Di samping itu, sebagai salah satu strategi penanganan pandemi, Airlangga menekankan perlunya kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. “Perlu ditekankan bahwa vaksinasi adalah salah satu strategi pemerintah untuk penanganan pandemi COVID-19. Vaksinasi perlu didampingi oleh kedisiplinan masyarakat dan harus dilaksanakan secara bersama,” jelas Airlangga.

Pemerintah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas pengetesan (testing), pelacakan (tracing), dan penanganan (treatment) untuk menekan lonjakan kasus, serta mengambil kebijakan untuk perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga tanggal 2 Agustus 2021.

Menko Perekonomian menjelaskan bahwa PPKM level 4 diterapkan di 95 kabupaten/kota di 7 provinsi Jawa-Bali dan 45 kabupaten/kota di 21 provinsi luar Jawa-Bali. Sementara itu, PPKM level 3 diterapkan di 33 kabupaten/kota di 7 provinsi di Jawa-Bali dan 276 kabupaten/kota di 21 provinsi di luar Jawa-Bali.

Adapun PPKM level 2 diterapkan di 65 kabupaten/kota di 17 provinsi luar Jawa-Bali. “Semoga kerja sama yang baik dari semua pihak untuk penanggulangan COVID-19 khususnya program vaksinasi dapat terus dikembangkan, sehingga bangsa kita berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 dan tentunya rakyat sehat dan ekonomi bisa bangkit kembali,” pungkasnya.

Sumber: https://setkab.go.id/percepat-vaksinasi-nasional-pemerintah-kembali-datangkan-212-juta-dosis-vaksin-covid-19-sinovac/

BST Kemensos Bulan Mei-Juni Bertambah Lagi 72 KPM

BST Kemensos Bulan Mei-Juni Bertambah Lagi 72 KPM

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi terima tambahan 72 KPM penerima BST (Bantuan Sosial Tunai) Kemensos.

Hal itu diungkapkan Arif, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Padas. Dalam keterangannya, Arif mengatakan terdapat beberapa KPM baru penerima BST Kemensos Bulan Mei-Juni kali ini.

Untuk Sambiroto, tadi ada 72 orang. Ada data penerima baru, ada juga daftar penerima lama yang muncul lagi, ” terangnya.

Ia menambahkan, penambahan penerima BST kemungkinan peralihan dari program bantuan pemerintah lainnya.

Kalau dilihat daftarnya, sepertinya ada penerima bantuan yang dulu langsung ditransfer lewat bank sekarang beralih ke BST lewat kantor pos,” tambah Arif. Namun, ia belum bisa mengkonfirmasi kebenarannya karena belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait.

Pencairan bantuan bagi 72 KPM tambahan ini dijadwalkan akan dilaksanakan di Balai Desa Kedungprahu pada hari Kamis, 29 Juli 2021.

Penyaluran BLT Desa Bulan Ketujuh

Penyaluran BLT Desa Bulan Ketujuh

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Bekerjasama dengan Bank Jatim, Pemerintah Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi menyalurkan BLT Desa bulan ketujuh, Selasa (27/07/2021).

Jika sebelumnya di Pendopo Kecamatan Padas, BLT Desa bulan ketujuh disalurkan di Balai Desa Kedungprahu. Hal itu terkait penerapan PPKM Level 4 yang diputuskan oleh pemerintah untuk diperpanjang. Kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan harus dihindari bahkan ditiadakan.

Berita sebelumnya:

Jumlah penerima BLT Desa Sambiroto sebanyak 37 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Masing-masing menerima bantuan langsung senilai Rp 300 ribu. Namun, karena terdapat satu KPM yang meninggal dunia, maka BLT Desa bulan ketujuh hanya tersalurkan kepada 36 KPM saja.

Selain Desa Sambiroto, di lokasi yang sama juga disalurkan BLT Desa untuk Desa Kedungprahu dan Desa Sukowiyono. Total, 109 KPM dari 3 desa menerima bantuan yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Sementara itu, mekanisme penyaluran BLT Desa bulan ketujuh di wilayah Kecamatan Padas serasa berbeda seiring diperpanjangnya PPKM Level 4. Sebelumnya, kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan Padas kini dipecah menjadi 4 tempat. Yakni di Balai Desa Bendo, Tungkulrejo, Padas dan Kedungprahu, masing-masing 3 desa.

Baca juga: