SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Pemerintah Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi melakukan survei lokasi rencana pengembangan Pamsimas, Selasa (14/09/2021). Rencana pengembangan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) berlokasi di area persawahan blok 1, RT 003 RW 002, Dusun Sambiroto II.

Desa Sambiroto nanti, tahun depan kita ajukan untuk pengembangan Pamsimas yaitu tahun anggaran 2022. Makanya kita siapkan mulai hari ini survei lokasi menggunakan geolistrik. Tujuannya untuk mengetahui letak sumber air tanah yang ada.” kata Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono saat di lokasi. Kehadiran Kepala Desa Sambiroto di dampingi tim surveyor dan jajaran perangkat desa, kepala dusun serta ketua RT setempat.

Program pengembangan Pamsimas ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 283 Kepala Keluarga (KK) dan 719 jiwa.

Sementara itu, ketua tim surveyor dari Geotitis Ngawi menjelaskan kondisi geologi dan hidrologi setiap daerah berbeda, maka perlu dilakukan pendeteksian air tanah dengan metode geolistrik. Ini dilakukan untuk menganalisa ada tidaknya potensi air tanah di area tersebut. Menurutnya, salah satu cara penyelidikan langsung di lapangan yang paling mudah tapi cukup efektif untuk penelitian potensi air tanah adalah dengan cara survey geolisrik.

Metode Geolistrik digunakan dengan memasang resistivity meter saat survei lokasi pengembangan Pamsimas di Blok 1 RT 003 RW 002 Dusun Sambiroto II, Desa Sambiroto, Selasa (14/09/2021)

Metode ini digunakan untuk mendeteksi tahanan jenis batuan di bawah permukaan tanah dengan alat resistivity meter. Dari nilai parameter terlihat mana yang menghantarkan listrik paling baik dan mana yang tidak. Penghantar listrik yang paling baik diindikasikan sebagai air. Survei geolistrik akan memperoleh data yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan dimana lokasi pengeboran sumur dilakukan.

“Tadi kita ambil bentang dengan range 700 meter. Titik pusat ada di sekitar sini, kita tarik ke barat 350 meter dan ke arah timur 350 meter. Semakin jauh bentangan semakin dalam yang mampu dideteksi. Analisa sementara titik pengeboran ada dalam radius 20 meter dari pusat bentang. Nanti kita olah lagi datanya di kantor.” jelas Didit, ketua tim surveyor.

Program Pamsimas Dimulai Tahun 2008

Sebagai catatan, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, atau dikenal dengan sebutan Pamsimas, merupakan platform pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan yang dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat. Program PAMSIMAS I (2008-2012) dan PAMSIMAS II (2013-2015), telah berhasil menambah akses air minum aman bagi 10,4 juta jiwa dan akses sanitasi layak bagi 10,4 juta jiwa di lebih dari 12.000 desa/kelurahan yang tersebar di 233 kabupaten/kota di 32 provinsi di Indonesia.

Pamsimas telah menjadi salah satu program andalan nasional (Pemerintah dan Pemerintah Daerah) untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Saat ini Program Pamsimas memasuki fase ketiga (Pamsimas III) yang dilaksanakan pada kurun waktu 2016-2020, dan akan menyasar 15.000 desa sasaran baru serta mengelola keberlanjutan program di hampir lebih dari 27.000 desa peserta Pamsimas di seluruh Indonesia. Desa Sambiroto termasuk penerima program Pamsimas III yang digulirkan pemerintah di tahun 2019. Saat ini Pamsimas yang memiliki nama Pamsimas Sambi Makmur ini telah berjalan selama kurang lebih dua tahun dan memiliki sebanyak 271 pemanfaat.

Berita terkait: