SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Kepala Desa Sambiroto beserta jajaran perangkat desa menerima kunjungan 6 perwakilan mahasiswa UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel) Surabaya di Balai Desa Sambiroto, Kamis (14/07/22).

Kedatangan mereka menindaklanjuti ijin yang telah diberikan oleh Bakesbangpol Provinsi dan Kabupaten Ngawi serta pemerintah setempat terkait pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kepala Desa Sambiroto, Sri Mulyono menyambut kedatangan mereka dengan tangan terbuka. Dia berharap kegiatan KKN di Desa Sambiroto dapat memberikan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik mahasiswa maupun masyarakat.

Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Demikian pula sebaliknya, dengan berbaur bersama masyarakat terlebih lagi di wilayah perdesaan, mahasiswa dapat menambah wawasan baru tentang kultur, sosial budaya dan keberagaman masyarakat terutama di wilayah Kabupaten Ngawi.

Mengingat mereka berasal dari disiplin ilmu yang berbeda. Ada yang menempuh Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan fakultas lainnya. Rata-rata para mahasiswa tersebut sedang menempuh semester 6. Namun terdapat satu orang yang kebetulan sedang menempuh semester 8. “Saya semester 8”, ungkap Firdaus Hidayatullah, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan hubungan internasional tersebut.

Oleh karenanya, Sri Mulyono berharap agar para mahasiswa dapat segera beradaptasi dengan karakteristik masyarakat di desanya, terlebih lagi kultur dan sosial budaya yang jauh berbeda dari daerah asalnya. “Kami harapkan adik-adik mahasiswa ini agar bisa beradaptasi dengan cepat, mengingat kondisi dan karakter wilayah perdesaan tentu sangat berbeda dibandingkan dengan perkotaan tempat dimana mereka berasal,” terangnya.

Mahasiswa UINSA Surabaya berfoto bersama jajaran Perangkat Desa Sambiroto sebelum melaksanakan observasi lokasi KKN, Kamis (14/07/22)

Kepala desa yang akrab dipanggil Yonik ini berpesan agar para mahasiswa juga tidak mudah terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang menjurus ke arah radikalisme. “Jadi saya tegaskan, jangan sampai adik-adik mahasiswa ini gampang terpengaruh dengan ajaran radikalisme, apalagi menyebarkan faham ini. Saya tidak mau masyarakat desa yang sudah kondusif ini menjadi terganggu,” tegasnya.

Pihaknya berjanji akan memberikan pendampingan, bimbingan, arahan dan pengawasan sebaik baiknya selama KKN berlangsung. Menurut rencana, KKN akan diikuti oleh 24 mahasiswa UINSA mulai tanggal 18 Juli – 26 Agustus 2022.

Baca juga: