SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Ini bukan alur cerita film “KKN di Desa Penari” yang sempat viral beberapa waktu lalu. Namun, ini tentang tentang rasa ingin tahu dan melihat lebih dekat tentang tradisi dan budaya di sebuah desa.

Adalah Praja Mas’ud dan Moch. Faizal Karim, mahasiswa UINSA Surabaya yang tengah melaksanakan KKN di Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Kedua mahasiswa tersebut tampak mengikuti langkah demi langkah dan gerakan demi gerakan kelompok penari di samping dan depannya. Meski terlihat kikuk, keduanya tampak antusias menari diiringi irama lokananta.

Pemandangan tersebut tampak terlihat pada kegiatan langen bekso yang digelar Pemerintah Desa Sambiroto dalam rangka Bersih Desa atau Nyadran di Balai Desa Sambiroto, Jumat pagi (29/02/2022).

Momen tersebut berawal saat Kepala Desa Sambiroto, Sri Mulyono memberikan sampur penghormatan bagi perwakilan mahasiswa UINSA untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Ditemui usai kegiatan, Praja Mas’ud mengungkapkan rasa keingintahuannya tentang adat istiadat dan budaya yang ada di Desa Sambiroto.

Praja Mas’ud (Mahasiswa KKN UINSA Surabaya) sedang mengikuti gerakan tari atau langen bekso pada kegiatan Bersih Desa di Balai Desa Sambiroto, Jumat (29/07/2022)

“Motivasinya ingin tahu dan penasaran. Sedangkan saya orangnya tertantang untuk melakukan sesuatu yang baru, dan menurut saya itu unik,” ungkap Praja.

Mahasiswa semester 7 Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini menambahkan, ini adalah pertama kalinya ia hadir dan mengetahui secara langsung seni budaya langen bekso. Ia menyebutkan tidak pernah sekalipun ia menjumpai pagelaran budaya serupa di daerah asalnya Sidoarjo yang notabene kawasan perkotaan. Ia berharap agar adat istiadat dan budaya yang ada di desa tetap terjaga dan dilestarikan.

Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono saat menyampaikan sambutannya pada acara Bersih Desa di Balai Desa Sambiroto, Jumat (29/07/2022)

Sementara itu, Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono mengapresiasi keterlibatan anak-anak muda, khususnya mahasiswa yang mau terlibat langsung dalam kegiatan bersih desa. Menurutnya, mereka mau membaur, beradaptasi dengan masyarakat serta menghargai budaya dan kearifan lokal.

Baca juga: