“Mas Bupati Ngawi Mantu” Nikah Massal bagi Masyarakat Ngawi

“Mas Bupati Ngawi Mantu” Nikah Massal bagi Masyarakat Ngawi

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID– Pemerintah Kabupaten Ngawi mengagendakan nikah massal bagi masyarakat pada tahun anggaran 2022. Kegiatan tersebut dimaksudkan guna mewujudkan tertib administrasi kependudukan dan memberikan kejelasan terkait hak asal usul dan silsilah dalam keluarga.

Kegiatan ini diutamakan bagi pasangan suami istri masyarakat Kabupaten Ngawi dengan keterbatasan ekonomi yang belum memiliki buku nikah atau akte nikah, atau belum tercatat secara sah dalam administrasi kependudukan. Untuk nikah massal ini dikecualikan bagi pasangan poligami.

Kegiatan yang diberi judul “Mas Bupati Ngawi Mantu” ini, memberikan kuota kepada masing-masing Kecamatan sebanyak 35 pasangan dari usulan desa melalui pendaftaran yang dilakukan masyarakat.

Rencana kegiatan tersebut terungkap dari surat sekretariat daerah kepada Camat se-Kabupaten Ngawi tanggal 10 Agustus 2022, Nomor 451/503/404.101.3/2022 perihal Pendataan Pasangan Kegiatan “Mas Bupati Ngawi Mantu”. 

Dalam pendataan dan verifikasi pasangan, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui camat menghimbau untuk berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA). 

Masih dari surat yang dikeluarkan Sekretariat Daerah dan ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi tersebut, pendaftaran untuk mengikuti kegiatan “Mas Bupati Ngawi Mantu” paling lambat disetorkan tanggal 19 Agustus 2022. Data-data untuk pendaftaran disetorkan ke Bagian Kesra Setda Kabupaten Ngawi.

Musdes Penyusunan RKP Desa Sambiroto TA 2023

Musdes Penyusunan RKP Desa Sambiroto TA 2023

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama Pemerintah Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi menggelar Musyawarah Desa Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) TA 2023, Rabu (10/08/2022).

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Sambiroto tersebut dihadiri BPD, Kepala Desa beserta jajarannya, LPMD, Ketua RT/RW dan Tim Penggerak PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Karang Taruna Kompas dan perwakilan masyarakat. Selain itu turut hadir dalam kegiatan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan perwakilan Mahasiswa KKN UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel) Surabaya. Bertindak selaku narasumber Camat Padas dan Kepala Desa Sambiroto beserta Pendamping Desa.

Musyawarah dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua BPD Samsu Mustakim. Dalam sambutannya ia mengungkapkan dasar hukum pelaksanaan Musyawarah Desa dan beberapa hal berkenaan dengan penyusunan rencana kerja pemerintah desa kedepan.

“Perlu kami sampaikan bahwa seperti informasi yang kami terima saat sosialisasi di kecamatan kemarin, bahwa pemerintah kabupaten telah menetapkan tiga kebijakan daerah yang akan dilaksanakan di tahun 2023. Yang pertama adalah RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), kedua kegiatan peningkatan produksi tanaman pangan serta ketiga, pembangunan atau rehabilitasi jalan atau jembatan yang sudah masuk dalam rencana kerja desa,” ungkap Samsu Mustakim.

Dalam kesempatan berikutnya, tiba saatnya Kepala Desa Sambiroto menyampaikan realisasi RKP Desa TA 2022 semester pertama dan skala prioritas RKP Desa TA 2023.

Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono menjelaskan beberapa program kegiatan yang masuk dalam RKP Desa TA 2022 sebagian besar telah terealisasi, salah satunya bantuan sarana dan prasarana.

“Jadi, kami sampaikan kegiatan yang sudah terealisasi di 2022. Diantaranya pembangunan fisik berupa pavingisasi di RT 001 RW 001, Dusun Sambiroto I dan pavingisasi di RT 002 RW 002, Dusun Sambiroto II yang sebagian bersumber dari dana desa dan pendapatan asli desa (PADes). Kemudian ada pembangunan talud di RT 004 RW 004 Dusun Bolo 2 ” jelas Sri Mulyono.

Ia menambahkan, kegiatan lain yang sudah terlaksana berupa penyaluran BLT Desa selama 6 bulan, rehabilitasi jalan sawah di Sambiroto I dan Bolo I serta kegiatan lainnya.

Sementara itu Camat Padas Dodi Aprilasetia menekankan pentingnya perencanaan dalam kinerja pemerintah desa. “Perencanaan yang salah sama halnya dengan menciptakan kegagalan,” tegasnya. Menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah menindaklanjuti dengan koordinasi tata kelola, aktualisasi pelaksanaan dan pengawasan. “Planning, organizing, actuating dan controlling menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kinerja pemerintah desa,” imbuhnya.

Penandatanganan Berita Acara Musdes Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2023 di Balai Desa Sambiroto, Rabu (10/08/22)

Musdes akhirnya menyepakati pembentukan Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa, harga dasar sewa tanah kas desa dan skala prioritas kegiatan di tahun 2023.

Musdes yang rencananya dijadwalkan Kamis pagi (11/08/22) terpaksa diajukan pelaksanaannya pada Rabu malam (10/08/22) mengingat saat ini masyarakat tengah sibuk-sibuknya menggarap lahan pertanian memasuki musim tanam ketiga.

Saat Mahasiswa KKN Menari Bukan di Desa Penari

Saat Mahasiswa KKN Menari Bukan di Desa Penari

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Ini bukan alur cerita film “KKN di Desa Penari” yang sempat viral beberapa waktu lalu. Namun, ini tentang tentang rasa ingin tahu dan melihat lebih dekat tentang tradisi dan budaya di sebuah desa.

Adalah Praja Mas’ud dan Moch. Faizal Karim, mahasiswa UINSA Surabaya yang tengah melaksanakan KKN di Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Kedua mahasiswa tersebut tampak mengikuti langkah demi langkah dan gerakan demi gerakan kelompok penari di samping dan depannya. Meski terlihat kikuk, keduanya tampak antusias menari diiringi irama lokananta.

Pemandangan tersebut tampak terlihat pada kegiatan langen bekso yang digelar Pemerintah Desa Sambiroto dalam rangka Bersih Desa atau Nyadran di Balai Desa Sambiroto, Jumat pagi (29/02/2022).

Momen tersebut berawal saat Kepala Desa Sambiroto, Sri Mulyono memberikan sampur penghormatan bagi perwakilan mahasiswa UINSA untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Ditemui usai kegiatan, Praja Mas’ud mengungkapkan rasa keingintahuannya tentang adat istiadat dan budaya yang ada di Desa Sambiroto.

Praja Mas’ud (Mahasiswa KKN UINSA Surabaya) sedang mengikuti gerakan tari atau langen bekso pada kegiatan Bersih Desa di Balai Desa Sambiroto, Jumat (29/07/2022)

“Motivasinya ingin tahu dan penasaran. Sedangkan saya orangnya tertantang untuk melakukan sesuatu yang baru, dan menurut saya itu unik,” ungkap Praja.

Mahasiswa semester 7 Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini menambahkan, ini adalah pertama kalinya ia hadir dan mengetahui secara langsung seni budaya langen bekso. Ia menyebutkan tidak pernah sekalipun ia menjumpai pagelaran budaya serupa di daerah asalnya Sidoarjo yang notabene kawasan perkotaan. Ia berharap agar adat istiadat dan budaya yang ada di desa tetap terjaga dan dilestarikan.

Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono saat menyampaikan sambutannya pada acara Bersih Desa di Balai Desa Sambiroto, Jumat (29/07/2022)

Sementara itu, Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono mengapresiasi keterlibatan anak-anak muda, khususnya mahasiswa yang mau terlibat langsung dalam kegiatan bersih desa. Menurutnya, mereka mau membaur, beradaptasi dengan masyarakat serta menghargai budaya dan kearifan lokal.

Baca juga:

Pemdes Sambiroto Gelar Pelestarian Budaya Dalam Rangka Bersih Desa

Pemdes Sambiroto Gelar Pelestarian Budaya Dalam Rangka Bersih Desa

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Indonesia merupakan negara besar yang masyarakatnya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi dan budaya ketimuran. Banyak hal yang dapat dilaksanakan demi menjaga warisan leluhur agar tetap lestari ditengah arus modernisasi yang begitu deras.

Salah satu usaha yang dilakukan pemerintah desa Sambiroto dalam rangka melestarikan budaya lokal dengan menggelar kesenian langen bekso dalam rangkaian acara bersih desa atau nyadran, Jumat (29/07/2022).

Acara diawali dengan doa bersama, bermunajat kepada Allah SWT agar desa Sambiroto senantiasa dalam lindungan-Nya, pemimpin dan seluruh elemen masyarakat diberikan kekuatan lahir dan batin untuk membangun Sambiroto menuju desa yang guyub rukun, adil, makmur, maju dan sejahtera.

Bertempat di Balai Desa Sambiroto, acara yang dimulai pukul 08.30 WIB itu dihadiri Kepala Desa Sambiroto, jajaran perangkat desa, BPD, LPMD, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan mahasiswa UINSA Surabaya.

Merunut sejarah para pendahulu, pelaksanaan kegiatan bersih desa dengan menggelar kesenian budaya ini dilaksanakan di dua lokasi yakni di Dusun Sambiroto 1 dan Sambiroto 2, sedangkan lokasi ke-2 dilaksanakan Dusun Bolo 1 dan Bolo 2.

Sebagaimana ditegaskan Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono dalam sambutannya, hal itu tidak lepas dari sejarah terbentuknya desa Sambiroto yang terdiri dari 2 krajan (satuan wilayah terkecil pada waktu itu), Sambiroto dan Bolo.

Di akhir sambutannya, Kepala desa yang akrab disapa Yonik tersebut juga mengajak seluruh hadirin dan tamu undangan untuk mengheningkan cipta, mendoakan para leluhur dan para perangkat desa yang telah meninggal dan menjadi bagian sejarah dan kemajuan mulai awal berdirinya Desa Sambiroto.

Rangkaian bersih desa dengan pagelaran langen bekso selanjutnya juga akan digelar di Dusun Bolo 2 usai pelaksanaan sholat Jumat.

Berikut Pemenang Lomba Video Sejarah Desa

Berikut Pemenang Lomba Video Sejarah Desa

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Panitia Lomba Video Pendek Menggali Sejarah Desa di Ngawi Melalui Cerita Tahun 2022 mengumumkan hasil penilaian pada hari Jum’at (22/7/22) di Pendopo Wedya Graha.

Dalam pengumuman hasil pembuatan video pendek tersebut, juga dilanjutkan penyerahan reward berupa uang pembinaan kepada seluruh peserta yang lolos sebagai juara.

Rapat penilaian dilakukan pada Rabu (20/7/22) bertempat di Mini Command Center Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi oleh tim juri yang terdiri dari akademisi, budayawan, sejarawan, penulis buku dan praktisi jurnalistik.

Hasil penilaian juri sebagai berikut:

  1. Desa Gemarang sebagai Juara I.
  2. Desa Tanjungsari sebagai Juara II.
  3. Desa Girikerto sebagai Juara III.
  4. Desa Cangakan sebagai Juara Harapan I.
  5. Desa Talang sebagai Juara Harapan II.
  6. Desa Campursari sebagai Juara Harapan III.
  7. Desa Ngale sebagai Juara Harapan IV.

“Saya kira persaingan memang sangat ketat, dan peserta juga bisa melihat melihat hasil karya kompetitor. Jadi penilaian ini fair sesuai dengan kualitas hasil video. Dan terpenting adalah potensi-potensi budaya kita terdokumentasi sebagai aset non fisik untuk generasi penerus,” terang Arbangi peserta dari Desa Cangakan.

Sementara, Desa Gemarang yang menyabet Juara I sangat mengapresiasi lomba ini. Selain mampu menunjukkan potensi sumber daya manusia (SDM) desa, lomba ini juga menjadi promosi desa untuk daerah maupun nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Ngawi beserta yang terlibat atas terselenggaranya lomba ini. Selain sebagai juara, tentunya ini merupakan pembuktian bahwa SDM yang ada di Desa Gemarang mampu bersaing dengan kompetitor di Kabupaten Ngawi,” terang Ira dari tim pembuatan video asal usul Desa Gemarang.

Selanjutnya, Ira berharap bila ke depan masih diadakan lomba-lomba lain yang mampu mewadahi kreativitas pemerintah maupun masyarakat desa. Hal tersebut dimaksudkan untuk lebih menginspirasi desa maupun masyarakat dalam berinovasi.

“Dan mewakili tim, kami berharap pemerintah Kabupaten Ngawi terus mengadakan kegiatan serupa, agar mampu mewadahi kreativitas desa maupun masyarakat. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih pada pemerintah Kabupaten Ngawi maupun yang terlibat serta seluruh peserta dalam lomba kali ini,” lanjut Ira.