Surat Edaran Terbaru Satgas COVID-19 tentang Ketentuan Perjalanan Dalam Negeri

Surat Edaran Terbaru Satgas COVID-19 tentang Ketentuan Perjalanan Dalam Negeri

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Edaran yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Ganip Warsito pada tanggal 20 Oktober 2021 ini berlaku efektif mulai tanggal 21 Oktober 2021. “Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 21 Oktober 2021 sampai waktu yang ditentukan kemudian dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan terakhir di lapangan ataupun hasil evaluasi dari kementerian/lembaga,” disebutkan dalam SE.

Ditegaskan Ganip dalam edaran tersebut, maksud SE ini adalah untuk menerapkan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan dalam negeri. Sedangkan tujuannya adalah untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan COVID-19.

“Perjalanan orang dalam negeri adalah pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lainnya berdasarkan batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota dengan menggunakan moda transportasi pribadi maupun umum baik melalui jalur darat, perkeretaapian, laut, sungai, danau, penyeberangan, dan udara, terkecuali pada pelaku perjalanan penerbangan perintis, dan transportasi laut ke pulau kecil,” dijelaskan dalam SE.

Adapun ruang lingkup SE ini adalah protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan dalam negeri yang menggunakan seluruh moda transportasi di seluruh wilayah Indonesia. Selanjutnya di dalam SE juga disebutkan sejumlah dasar hukum penerbitan aturan ini, yang salah satunya adalah keputusan Rapat Terbatas (Ratas) tanggal 18 Oktober 2021.

Berikut ketentuan protokol kesehatan yang tertuang dalam SE:

  1. Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu: memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.
  2. Pengetatan protokol kesehatan perjalanan orang yang perlu dilakukan berupa:
    • Penggunaan masker wajib dilakukan dengan benar menutupi hidung dan mulut;
    • Jenis masker yang digunakan oleh pelaku perjalanan adalah masker kain 3 lapis atau masker medis;
    • Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum darat, perkeretaapian, laut, sungai, danau, penyeberangan, dan udara; dan
    • Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.
  3. Pelaku perjalanan dalam negeri harus mengikuti ketentuan sebagai berikut:
    • Setiap orang yang melaksanakan perjalanan dengan kendaraan pribadi maupun umum bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing, serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku;
    • Setiap pelaku perjalanan dalam negeri wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan dalam negeri;
    • Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara dari dan ke daerah di wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali serta daerah yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) sebagai daerah dengan kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dan PPKM Level 3 wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan;
    • Pelaku perjalanan dengan moda transportasi laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan dan kereta api antarkota dari dan ke daerah di wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali serta daerah yang ditetapkan melalui Inmendagri sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 4 dan PPKM Level 3 wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan;
    • Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara, laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan dan kereta api antarkota dari dan ke daerah di luar wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali yang ditetapkan melalui Inmendagri sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 1 dan PPKM Level 2 wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan;
    • Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan aglomerasi perkotaan dikecualikan dari persyaratan perjalanan sebagaimana diatur dalam huruf d dan huruf e;
    • Khusus perjalanan kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya yang melakukan perjalanan dalam negeri di wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali berlaku ketentuan sebagai berikut:
      • Wajib menunjukkan kartu vaksin dosis lengkap dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 14 x 24 jam sebelum keberangkatan;
      • Wajib menunjukkan kartu vaksin dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 7 x 24 jam sebelum keberangkatan; atau
      • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan apabila belum mendapatkan vaksinasi. h. Ketentuan menunjukkan kartu vaksin dikecualikan bagi:
        • Pelaku perjalanan usia di bawah 12 tahun;
        • Pelaku perjalanan kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya yang melakukan perjalanan dalam negeri di wilayah Luar Jawa dan Bali; dan
        • Pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID- 19.
  4. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 3 dikecualikan untuk moda transportasi perintis termasuk di wilayah perbatasan, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), dan pelayaran terbatas sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.
  5. Setiap operator moda transportasi diwajibkan menggunakan PeduliLindungi untuk memeriksa hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen yang menunjukkan hasil negatif dan sudah melakukan vaksinasi minimal dosis pertama pada setiap pelaku perjalanan dalam negeri sewaktu melakukan check-in.
  6. Kementerian/lembaga (K/L), pemerintah provinsi/kabupaten/kota yang akan memberlakukan kriteria dan persyaratan khusus terkait pelaku perjalanan di daerahnya, dapat menindaklanjuti dengan mengeluarkan instrumen hukum lain yang selaras dan tidak bertentangan dengan SE ini.
  7. Instrumen hukum lain yang mengatur mengenai kriteria dan persyaratan khusus sebagaimana dimaksud pada angka 6 merupakan bagian tidak terpisahkan dari surat edaran ini.

Lebih lanjut, dalam SE juga diatur mengenai pemantauan, pengendalian, dan evaluasi sebagai berikut:

  1. Satgas Penanganan COVID-19 Daerah yang dibantu otoritas penyelenggara transportasi umum bersama-sama menyelenggarakan pengendalian perjalanan orang dan transportasi umum yang aman COVID-19 dengan membentuk Pos Pengamanan Terpadu;
  2. Otoritas, pengelola, dan penyelenggaraan transportasi umum melakukan pengawasan selama penyelenggaraan operasional transportasi umum;
  3. K /L, TNI, Polri, dan pemerintah daerah (pemda) berhak menghentikan dan/atau melakukan pelarangan perjalanan orang atas dasar SE ini yang selaras dan tidak bertentangan dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan;
  4. Instansi berwenang (K/L, TNI, Polri, dan pemda) melaksanakan pendisiplinan protokol kesehatan COVID-19 dan penegakan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  5. Otoritas penyelenggara transportasi umum dan/atau petugas pemeriksa surat keterangan negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen sebagai persyaratan perjalanan wajib melakukan verifikasi keabsahan surat keterangan berdasarkan nama laboratorium jejaring COVID-19 dan fasilitas kesehatan yang terdaftar di Kementerian Kesehatan untuk mencegah pemalsuan surat keterangan hasil tes; dan
  6. Pemalsuan surat keterangan hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen, surat keterangan dokter, dan surat keterangan perjalanan lainnya yang digunakan sebagai persyaratan perjalanan orang akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan.

Sumber: https://setkab.go.id/inilah-edaran-terbaru-satgas-covid-19-tentang-ketentuan-perjalanan-dalam-negeri/

Waspada Cuaca Panas, Berikut Tips Menjaga Kondisi Tubuh

Waspada Cuaca Panas, Berikut Tips Menjaga Kondisi Tubuh

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Beberapa hari terakhir suhu udara siang hari cukup panas dan terik. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara di Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi maksimum bisa mencapai 34 derajat celcius dalam tujuh hari kedepan.

Hal tersebut lantaran gerak semu matahari berada di wilayah katulistiwa dan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga Desember 2021. Bulan Oktober ini, posisi semu matahari berada di wilayah Indonesia bagian selatan yakni Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan beberapa wilayah lainnya.

Cuaca panas perlu diwaspadai lantaran dapat mengganggu kesehatan tubuh seperti dehidrasi, masalah pernapasan, dan diare. Meskipun diselingi curah hujan ringan dalam sepekan terakhir, ada baiknya kita waspada dan selalu menjaga kondisi tubuh kita di tengah cuaca panas.

Berikut tips untuk menjaga kesehatan tubuh di tengah cuaca panas dilansir dari halodoc.com:

1. Banyak Minum Air Putih

Salah satu dampak dari cuaca panas adalah hilangnya cairan tubuh dalam jumlah banyak, yang jika dibiarkan dapat berujung menjadi dehidrasi. Untuk itu, saat cuaca sedang panas-panasnya, perbanyaklah minum air putih, bahkan lebih banyak dari biasanya. Dengan begitu keseimbangan cairan tubuh kamu akan tetap terjaga. Hindari atau batasi juga konsumsi minuman berkafein karena bersifat diuretik, yaitu memicu hilangnya cairan tubuh.

2. Perbanyak Konsumsi Buah-Buahan

Selain memperbanyak asupan air putih, penting juga untuk banyak mengonsumsi buah-buahan saat cuaca panas. Terutama buah yang tinggi kadar airnya, seperti semangka, melon, dan jeruk. Manfaat konsumsi buah-buahan tinggi air sama seperti banyak minum air putih, yaitu membantu tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Selain itu, vitamin yang terkandung dalam buah-buahan juga dapat membantu tingkatkan kekebalan tubuh.

3. Gunakan Krim Pelembap

Jika akan beraktivitas di luar ruangan, jangan lupa untuk menggunakan krim pelembap. Krim ini bermanfaat untuk menjaga kulit tetap lembap. Sebab, saat cuaca sedang panas, kulit jadi rentan kering dan iritasi.

4. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Meski bukan berarti kamu hanya boleh bermalas-malasan di dalam rumah, kamu juga harus membatasi aktivitas di luar ruangan, ketika cuaca sedang panas. Pagi dan sore menjelang malam adalah waktu yang bisa kamu pilih jika ingin beraktivitas di luar ruangan. Sebisa mungkin hindari aktivitas di siang hari saat matahari sedang terik-teriknya.

5. Kenakan Pakaian Berbahan Katun

Ketika cuaca sedang panas, kenakanlah pakaian yang berbahan katun dan tipis, sehingga bisa menyerap keringat lebih baik dan tidak menyimpan panas. Dengan begitu, tubuh akan tetap terasa dingin dan kamu bisa beraktivitas dengan nyaman. Hindari menggunakan baju berwarna hitam atau gelap, karena dapat menyerap panas matahari.

6. Gunakan Payung dan Topi

Selain menggunakan pakaian yang berbahan katun, gunakan juga pelindung tubuh lainnya, seperti payung dan topi, jika ingin beraktivitas di luar ruangan. Hal ini bermanfaat untuk menghindari paparan sinar matahari langsung pada kulit, yang dapat membuat kulit terbakar dan iritasi.

Baca juga: 4 Tips Memulai Pola Hidup Sehat di Keluarga

7. Jangan Terlalu Sering Mandi

Saat cuaca sedang panas-panasnya, tentu rasanya ingin bolak-balik mandi, ya. Apalagi bagi yang sedang WFH (Work from Home) atau bekerja dari rumah. Padahal, mandi terlalu sering saat cuaca sedang panas juga tidak terlalu baik, lho. Sebab, dapat membuat kulit jadi kering. Jadi, mandilan sewajarnya saja. Misalnya, jika seharian di rumah saja, cukup mandi 2 kali sehari. 

8. Hindari Konsumsi Alkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol dapat memperparah dehidrasi. Apalagi jika kamu tidak mengimbanginya dengan banyak minum air putih dan makan makanan sehat. Oleh karena itu, saat cuaca sedang panas, sebaiknya hindari konsumsi alkohol dan perbanyak minum air putih saja.

Pemerintah Targetkan 70 Persen Penduduk Telah Divaksinasi Akhir Tahun 2021

Pemerintah Targetkan 70 Persen Penduduk Telah Divaksinasi Akhir Tahun 2021

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menarget sekitar 70 persen dari penduduk Indonesia telah memperoleh vaksin COVID-19 di akhir tahun 2021 ini. Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan pers usai peninjauan vaksinasi COVID-19 secara pintu ke pintu atau door-to-door, yang dikoordinasikan oleh Badan Intelijen Negara (BIN), di Kelurahan Karang Rejo, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (19/10/2021).

“Ini untuk mempercepat capaian vaksinasi secara nasional. Karena kita berharap, kita targetkan di akhir tahun nanti lebih dari 70 persen penduduk kita telah divaksinasi,” ujar Presiden.

Kepala Negara menambahkan, vaksinasi yang dilaksanakan secara jemput bola ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat untuk memudahkan masyarakat mendapatkan vaksin.

“Jadi petugas vaksin/vaksinator datang dari rumah ke rumah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, untuk memudahkan masyarakat mendapatkan vaksin yang secepat-cepatnya,” terangnya.

Pelaksanaan vaksinasi hari ini yang dikoordinasikan oleh BIN menargetkan peserta vaksinasi sebanyak 70 ribu orang, yang terdiri dari 30 ribu masyarakat dan 40 ribu pelajar baik di tingkat SMP, SMA, SMK, maupun para santri.

“Ini dilakukan di Provinsi Kaltara, Kalteng, Jambi, Sumsel, Babel, Lampung, Jabar, Jateng, NTB, Sulteng, dan Gorontalo,” imbuh Presiden.

Kepala Negara mengharapkan pelaksanaan vaksinasi ini dapat memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat agar terproteksi dari penyebaran COVID-19. Pada kesempatan tersebut, turut hadir para duta besar negara sahabat yang ikut meninjau pelaksanaan vaksinasi. Para duta besar tampak ikut berkeliling bersama Presiden dengan mengenakan songkok manik khas Kalimantan Utara.

Selain itu, turut hadir mendampingi Presiden yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala BIN Budi Gunawan, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, dan Wali Kota Tarakan Khairul. (FID/UN)

Sumber: https://setkab.go.id/presiden-targetkan-70-persen-penduduk-telah-divaksinasi-di-akhir-tahun/

Peringati HSN 2021, Pemkab Ngawi Gelar Sholawat dan Liwetan

Peringati HSN 2021, Pemkab Ngawi Gelar Sholawat dan Liwetan

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Sholawat dan Liwetan bersama Asparagus (Aspirasi Para Gus) di Pendopo Wedya Graha, Kamis (21/10/21).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi.

Bupati Ngawi mengungkapkan momentum ini dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, “Ini momentum baik, sehingga menjadikan Kabupaten Ngawi lebih baik lagi,” ujarnya.

Kepada Asparagus Ngawi, Ony Anwar berpesan agar tetap waspada menghadapi Covid-19 karena dimungkinkan ada varian baru dan lonjakan gelombang ketiga.

“Meskipun situasi saat ini sudah landai, namun diprediksi akan ada varian baru dan gelombang ketiga penyebaran Covid-19,” lanjutnya.

Baca juga:

Bupati Ngawi Resmikan Kantor Bumdesma DAPM Geneng

Bupati Ngawi Resmikan Kantor Bumdesma DAPM Geneng

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono meresmikan kantor Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Kamis (21/10/2021).

Ketua Pelaksana Operasional DAPM Kecamatan Geneng, Febri Rehina Rahmawati menyampaikan jenis usaha yang akan di kembangkan. Dikatakannya, pelayanan permodalan lunak serta unit perdagangan masyarakat akan menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan usaha.

Kami berharap bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat khusunya di Kecamatan Geneng,” kata Febri Rehina Rahmawati.

Bupati Ngawi berharap, Bumdesma Dana Amanah Pemeberdayaan Masyarakat Kecamatan Geneng bisa memunculkan ekonomi kreatif masyarakat, sehingga mampu menjadi salah satu roda penggerak ekonomi kemasyarakatan disekitarnya.

“Diharapkan bisa memberi manfaat bagi lingkungan sekitar, dan menjadi motivasi serta energi baru yang mampu menumbuhkan ekonomi kemsyarakatan,” Kata Ony Anwar Harsono Bupati Ngawi.

Hadir pula dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabul Tunggul Winarno, Camat Geneng Slamet Sumarno bersama Kepala Desa se-Kecamatan Geneng.

Baca juga: