Pemdes Sambiroto Salurkan BLT Desa Bulan Kesepuluh Tahun 2021

Pemdes Sambiroto Salurkan BLT Desa Bulan Kesepuluh Tahun 2021

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Pemerintah Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa bulan kesepuluh.

Penyaluran bantuan yang bersumber dari Dana Desa (DD) tersebut dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Padas pada Kamis (14/10/2021).

Bekerjasama dengan Bank Jatim, BLT Desa disalurkan kepada 35 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sekretaris Desa Sambiroto Marsono yang mendampingi kegiatan tersebut membenarkan, BLT Desa bulan Agustus tersalurkan kepada 35 KPM dari 38 KPM yang ada. BLT Desa untuk 3 KPM tidak dapat tersalurkan karena penerima telah meninggal dunia.

Berita sebelumnya:

Sementara itu, total penerima BLT Desa se-Kecamatan Padas berjumlah 354 KPM. Desa Banjaransari (28 KPM), Bendo (20 KPM), Tambakromo (44 KPM), Tungkulrejo (41 KPM), Bintoyo (22 KPM), Sukowiyono (30 KPM), Munggut (22 KPM) , Pacing (23 KPM) , Padas (21 KPM) , Kedungprahu (42 KPM) dan Kwadungan Lor (23 KPM).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut berjalan dengan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga:

BLT Desa Bulan Kesepuluh Cair Minggu Ini

BLT Desa Bulan Kesepuluh Cair Minggu Ini

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Bantuan Langsung Tunai BLT Desa bulan kesepuluh dipastikan cair Minggu Ini.

Kepastian itu terungkap dari surat Camat Padas yang ditujukan kepada Kepala Desa se-Kecamatan Padas Nomor 140/881/404.302/2021 tanggal 6 Oktober 2021 tentang jadwal penyaluran BLT Desa bulan kesepuluh.

Dalam surat itu disebutkan, penyaluran BLT Desa di wilayah Kecamatan Padas akan dilaksanakan hari Kamis, 14 Oktober 2021, bertempat di Pendopo Kecamatan Padas mulai jam 07.30 WIB.

Jadwal penyaluran BLT Desa bulan kesepuluh Kecamatan Padas

Total penerima BLT Desa di wilayah Kecamatan Padas sejumlah 354 KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

BLT Desa menjadi salah satu prioritas penggunaan Dana Desa DD tahun anggaran 2021 dalam rangka penanganan Covid-19. Adapun sasarannya adalah masyarakat kurang mampu dan terdampak pandemi Covid-19 dengan kriteria tidak mendapatkan bantuan lain dari pemerintah serta telah ditetapkan dalam musyawarah desa khusus (Musdesus).

Berita sebelumnya:

Camat Padas Buka Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan BUMDesa

Camat Padas Buka Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan BUMDesa

SAMBIROTO.NGAWIKB.ID- Camat Padas Dodi Aprilasetia, S.Hut, M.Si membuka pelatihan penyusunan laporan keuangan BUMDesa di Desa Bintoyo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Senin (11/10/2021).

Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Desa Bintoyo Aris Rianto, PLD (Pendamping Lokal Desa), narasumber dari TPP (Tenaga Pendamping Profesional) Kabupaten Ngawi dan peserta.

Peserta pelatihan terdiri dari pengurus BUMDesa, pengurus unit BUMDesa serta perwakilan perangkat desa dari Desa Bintoyo, Sukowiyono, Kedungprahu, Sambiroto, Padas, dan Desa Pacing.

Dalam sambutannya Camat Padas mengatakan adanya Dana Desa (DD) dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui BUMDesa.

Dana Desa diharapkan dapat membuat desa menjadi mandiri untuk kedepannya melalui BUMDesa, tidak hanya pembangunan fisik,” kata Camat Padas.

Dia menilai, penyusunan laporan keuangan BUMDesa merupakan sesuatu yang sangat penting. Dengan diadakannya pelatihan semacam ini BUMDesa dapat berjalan dengan baik sehingga pembangunan di desa juga ke arah yang lebih baik.

Di luar permasalahan BUMDes, Dodi menyampaikan bahwa saat ini PPKM Level 3 masih diberlakukan di Kabupaten Ngawi. Hal itu terkait masih kurangnya cakupan vaksinasi, terutama vaksinasi pada lansia.

Berikutnya, Hidayatul Iman (TPP Kabupaten Ngawi) sekaligus narasumber pelatihan memberikan pengantar pendahuluan materi dengan menyampaikan filosofi BUMDesa.

Nasib desa tidak akan berubah kecuali warga desa itu sendiri yang mengubahnya. BUMDesa harus dimulai dengan semangat kedaulatan dan kemandirian desa,

Filosofi BUMDesa

Menurut rencana, pelatihan penyusunan laporan keuangan BUMDesa diselenggarakan selama dua hari, yaitu mulai hari ini dan besok di lokasi yang sama. Sesuai jadwal, pelatihan di wilayah Kecamatan Padas dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama pada 11-12 Oktober 2021 di ikuti BUMDes dari 6 Desa tersebut di atas. Sedangkan, gelombang kedua 13-14 Oktober yang digelar di lokasi terpisah dan diikuti BUMDesa dari 6 desa lainnya, yaitu Desa Tungkulrejo, Kwadungan Lor, Munggut, Bendo, Banjaransari dan Tambakromo yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Desa Tungkulrejo.

Baca juga:

Update Sementara: Vaksinasi di Desa Sambiroto Baru Mencapai 33 Persen

Update Sementara: Vaksinasi di Desa Sambiroto Baru Mencapai 33 Persen

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Pemerintah Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi bersama instansi terkait terus berupaya mempercepat vaksinasi guna mencapai herd immunity.

Sejak 13 September lalu, pemerintah memutuskan untuk memasukkan indikator cakupan vaksinasi COVID-19 dalam evaluasi penurunan level PPKM di Jawa-Bali.

Kebijakan ini dianggap mampu meningkatkan laju vaksinasi, khususnya vaksinasi bagi kelompok masyarakat lanjut usia atau lansia .Dikutip dari Setkab.go.id, hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi PPKM, Senin (04/10/2021), secara virtual.

Syarat minimum cakupan vaksinasi lansia untuk penurunan level PPKM dari 3 ke 2, dan 2 ke 1 yang diberlakukan sejak 13 September 2021, mampu meningkatkan kecepatan vaksinasi lansia di Jawa-Bali secara signifikan. Ini nanti yang sebenarnya, levelnya itu berubah sangat dipengaruhi sekarang oleh vaksinasi, khususnya untuk lansia,” ujar Luhut.

Penambahan syarat cakupan vaksinasi tersebut merupakan salah satu proses transisi untuk hidup bersama COVID-19. Status PPKM daerah di Jawa-Bali dapat turun dari Level 3 ke Level 2 jika cakupan vaksinasi dosis pertama daerah tersebut mencapai 50 persen dan cakupan vaksinasi lansia 40 persen. Untuk dapat turun dari Level 2 ke Level 1, cakupan vaksinasi dosis pertama harus mencapai 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia 60 persen.

Pada saat itu Menko Marves mengungkapkan, pada penerapan PPKM Jawa-Bali periode 5-18 Oktober ini terdapat peningkatan jumlah kabupaten (kab)/kota yang mengalami kenaikan dari Level 2 ke Level 3 akibat tidak terpenuhinya syarat cakupan vaksinasi untuk penerapan Level 2.

Berita terkait:

Cakupan Vaksinasi di Desa Sambiroto Berkisar 33 Persen

Sampai dengan berita ini dirilis, penerima vaksinasi di Desa Sambiroto berjumlah sekitar 900 orang. Data tersebut diperoleh dari vaksinasi gelombang pertama sebanyak 269 orang dan gelombang kedua 485 orang. Data itu ditambah dengan asumsi warga yang mengikuti vaksinasi di luar lokasi Desa Sambiroto sebanyak 146 orang (di GOR, Puskesmas, instansi maupun perusahaan tempat warga bekerja).

Apabila yang menjadi dasar penghitungan adalah jumlah penduduk secara keseluruhan dan bukan sasaran vaksinasi, maka cakupan vaksinasi di Desa Sambiroto ada di angka 33 persen. Perlu diketahui, sasaran vaksin adalah warga yang berusia 12 tahun keatas (usia dibawah 12 tahun tidak dihitung karena bukan sasaran vaksin). Sedangkan penduduk Desa Sambiroto sesuai pendataan SDGS Desa per 31 Mei 2021 berjumlah 2.723 jiwa.

Akan tetapi, prosentase capaian vaksinasi tersebut belum final karena dipengaruhi hasil identifikasi jumlah warga yang menerima vaksin di luar desa dan jumlah penduduk yang terus mengalami perubahan mulai periode 1 Juni – 5 Oktober (vaksinasi gelombang kedua). Saat ini, proses identifikasi sedang dilakukan oleh Kader Posyandu Desa Sambiroto.

Baca juga:

Kerja Keras Kader Posyandu Desa Sambiroto Dukung Percepatan Vaksinasi

Kerja Keras Kader Posyandu Desa Sambiroto Dukung Percepatan Vaksinasi

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID– Peran Kader Posyandu Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi tak bisa dianggap remeh. Sebaliknya, kerja keras mereka patut diacungi jempol dan mendapatkan apresiasi.

Tidak hanya berperan sebagai motor penggerak dalam pelayanan kesehatan balita, ibu hamil, remaja dan lansia, sepak terjangnya dalam membantu dan mendukung program-program kegiatan pemerintah desa sangat penting.

Dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang, nyatanya mereka tidak ingin berpangku tangan. Keterlibatan kader posyandu dalam upaya percepatan vaksinasi menjadi bukti semangat dan kerja keras mereka. Satu hal yang mungkin tidak dijumpai di desa-desa lain di Kecamatan Padas.

Dimulai pada vaksinasi gelombang pertama bulan Juni (dosis 1) dan Agustus (dosis 2), kader posyandu telah berperan mensosialisasikan dan mempromosikan program vaksinasi kepada masyarakat. Kemudian melakukan pendataan, pendaftaran dan membantu tenaga kesehatan dari Puskesmas Padas pada saat pelaksanaan.

Begitu juga pada gelaran vaksinasi gelombang kedua dosis 1 yang baru saja dilaksanakan 5 Oktober lalu. Sekitar 15 kader turut ambil bagian dalam mensukseskan vaksinasi tersebut.

Kader Posyandu Identifikasi Sasaran Vaksinasi

Tidak sampai disitu, Kamis (07/10/2021) dibawah arahan Bidan Desa Sambiroto, para kader tersebut melakukan penyisiran dan pendataan jumlah warga yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis 1 dan 2, dosis 1 dan mendata warga yang belum divaksin.

Dengan demikian maka dapat diketahui prosentase capaian vaksinasi di Desa Sambiroto. Sebagaimana dijelaskan Siti Munawaroh, Bidan Desa Sambiroto. “Hari ini kader melakukan identifikasi, pendataan sasaran vaksin. Itu kan variabel yang dipakai adalah jumlah penduduk. Nanti untuk mengetahui dari penduduk kita itu yang sudah vaksin berapa yang belum berapa,” kata Siti Munawaroh.

Karena untuk mengetahui prosentase 70% (target vaksinasi pemerintah_*red) ternyata variabelnya jumlah penduduk, bukan sasaran vaksin,” imbuhnya.

Sampai dengan saat ini, prosentase capaian vaksinasi di Desa Sambiroto belum bisa diketahui secara pasti. Hal ini dikarenakan terdapat warga Desa Sambiroto yang mengikuti vaksinasi di luar Desa, baik di Puskesmas maupun tempat lain. Data sementara menunjukkan jumlah warga yang sudah divaksin baik gelombang pertama dan gelombang kedua mencapai 900-an orang.

Baca juga:

Pemdes Sambiroto Serahkan Dokumen RKP Desa 2022 dan DURKP 2023 untuk Diverifikasi

Pemdes Sambiroto Serahkan Dokumen RKP Desa 2022 dan DURKP 2023 untuk Diverifikasi

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID– Pemerintah Desa Sambiroto menyerahkan Dokumen RKP Desa tahun 2022 dan DURKP Desa tahun 2023 kepada Camat Padas, Kamis (07/10/2021). Dokumen tersebut nantinya akan diverifikasi oleh Camat Padas selaku Ketua Tim Verifikasi terkait kelengkapan berkasnya.

Hal ini menindaklanjuti surat dari Kecamatan Padas Nomor 140/816/404.302/2021 tanggal 7 Oktober 2021 perihal RKP Desa tahun 2022 dan DURKP Desa tahun 2023.

Dokumen RKP Desa tahun 2022 dan DURKP Desa tahun 2023 Desa Sambiroto diserahkan oleh Kaur Perencanaan Desa Sambiroto dan diterima oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Padas di ruangannya.

Sujarwo, Kasi Pemerintahan Kecamatan Padas menyebutkan Dokumen RKP Desa tahun 2022 dan DURKP Desa tahun 2023 dikirim ke Kecamatan Padas paling lambat 11 Oktober 2021.

“Tadi sudah kita sampaikan kepada desa-desa se-Kecamatan Padas melalui surat. RKP Desa tahun 2022 dan DURKP Desa tahun 2023 paling lambat kami terima tanggal 11 Oktober untuk diverifikasi,” kata Sujarwo.

Dia berharap agar desa-desa yang lain segera menyusul untuk mengirimkan dokumen tersebut. Menurutnya, RKP Desa dan DURKP Desa penting untuk segera ditindaklanjuti agar kegiatan perencanaan di desa berjalan dengan baik. Terlebih lagi, DURKP Desa akan menjadi materi yang dibahas dalam Musrenbangcam (Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Kecamatan). Disinggung tentang pelaksanaan Musrenbangcam Sujarwo menjawab, “Perkiraan akhir tahun 2021 atau awal tahun 2022. Yang jelas kita menunggu arahan dari DPMD Kabupaten jadwal pastinya,” terangnya.

Waktu Penyusunan RKP Desa Sambiroto Kurang Dari Satu Bulan

Sementara itu, Kaur Perencanaan Desa Sambiroto yang juga admin sambiroto.ngawikab.id mengungkapkan bahwa RKP Desa dan DURKP Desa memang dipersiapkan lebih awal. Tim Penyusun RKP Desa praktis hanya memiliki waktu kurang dari satu bulan untuk menyelesaikannya. “RKP Desa tahun 2022 dan DURKP Desa tahun 2023 Alhamdulillah selesai tepat waktu. Praktis, kita hanya memiliki waktu kurang dari satu bulan. Setelah disahkan dalam Musrenbangdes tanggal 27 September kemarin langsung kita tindaklanjuti dan kita serahkan hari ini ke kecamatan untuk diverifikasi.” jelasnya.

Berita terkait: