Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung NU Ngawi

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung NU Ngawi

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ngawi, Rabu (01/12/21) di halaman Masjid Lintang Songo, Ngawi.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPRD Ngawi, Heru Kusnindar, Ketua PC NU Ngawi, Ulinnuha Rozi.

Dengan pembangunan gedung NU ini, Bupati Ngawi berikan apresiasinya karena keberadaannya diharapkan bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Ini sebagai wujud komitmen kami, dalam memfasilitasi sarana prasarana dakwah yang berguna memberikan manfaat yang seluas – luasnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk keluarga besar NU Ngawi, Ony Anwar juga berikan penghargaan karena selama ini telah bersinergi dengan baik bersama Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam upaya menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Ngawi.

Ditempat yang sama, Ketua PCNU Kab. Ngawi Ulinnuha Rozi mengungkapkan pembangunan gedung NU dibangun di atas tanah wakaf anggota PCNU Ngawi.

Dengan rencana pembangunan 2 lantai, luas bangunan 18 x 22 meter persegi dengan perkiraan menghabiskan biaya Rp. 1.5 Miliar,” jelasnya. (Kominfo)

Sumber: @ngawikab_

Usai BKPH Geneng, BPKSL Tanam Pohon Buah-buahan dan Sengon di Karanganyar

Usai BKPH Geneng, BPKSL Tanam Pohon Buah-buahan dan Sengon di Karanganyar

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Provinsi Jawa Timur melaksanaan kegiatan tanam pohon buah-buahan dan Sengon di Desa Bangunrejo Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Kamis (17/11/21).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil kesepakatan bersama atau MoU (memorandum of understanding) antara Pemerintah Daerah bersama Balai Perhutani Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur.

Sebelumnya, kegiatan yang sama dilakukan pemerintah daerah bersama BPSKL di area BKPH (Balai Kesatuan Pemangkuan Hutan) Desa Guyung, Kecamatan Gerih.

Berita terkait:

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Muh. Kuntari (Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Madiun Koordinator Wilayah Ngawi). Selain itu, turut hadir Administratur KPH Ngawi Tulus Budyadi, Pendamping Perhutanan Sosial Heru Sujiyanto beserta Forkopimcam Karanganyar.

Dalam sambutannya, Bupati Ngawi mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar hutan dengan memanfaatkan kehutanan sosial.

“Dengan program pengembang Perhutanan sosial nusantara (Bang Pesona) ini, masyarakat di sekitar hutan bisa meningkatkan ekonomi,” katanya. Dia berharap program ini mampu memberikan manfaat untuk ekonomi produktif bagi masyarakat disekitar hutan.

Juga manfaat ekologi bagi masyarakat, salah satunya dengan hasil oksigennya,” lanjutnya.

Sementara itu, Administratur KPH Ngawi Tulus Budyadi mengungkapkan, bibit tanaman yang ditanam merupakan bantuan dari pengembangan perhutanan sosial melalui BPSKL.

“Pemilihan tanaman dari jenis yang memiliki banyak fungsi seperti buah – buahan dengan total 6 ribu bibit diantaranya 50 ribu bibit Sengon, 166 bibit Mangga, 167 bibit Jeruk, dan 167 bibit Jambu,” ungkapnya.

Baca juga:

Wabup Ngawi Berharap Indikator Kesehatan di Kabupaten Ngawi Meningkat

Wabup Ngawi Berharap Indikator Kesehatan di Kabupaten Ngawi Meningkat

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko berharap indikator kesehatan di Kabupaten Ngawi dapat meningkat. Hal itu diungkapkannya saat meninjau Pembangunan Puskesmas Mantingan, Kamis (18/11/21).

Dengan fasilitas kesehatan yang disediakan Pemerintah ini, Dwi Rianto Jatmiko berharap indikator kesehatan di Kabupaten Ngawi bisa semakin meningkat, “Terutama terkait perkembangan kesehatan , gizi pada anak dan ibu hamil, pelayanan dasar bisa diselesaikan ditingkat Kecamatan,” ujarnya.

Dwi Rianto Jatmiko mengatakan, pembangunan fasilitas kesehatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Jadi lebih mendekatkan masyarakat terhadap layanan kesehatan, sehingga aksesnya bisa terjangkau oleh masyarakat,” tandasnya.

Proses pembangunan Puskesmas Mantingan ditargetkan selesai diakhir bulan Desember ini. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 82 persen.

Tanam Pohon di BKPH Geneng, Bupati Ngawi Minta Masyarakat Jaga Hutan

Tanam Pohon di BKPH Geneng, Bupati Ngawi Minta Masyarakat Jaga Hutan

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan penanaman pohon buah dan Sengon yang diadakan Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Geneng di Dusun Kayutmulyo, Desa Guyung, Kecamatan Gerih pada Senin (15/11/21).

Melalui program ini, Ony Anwar Harsono berharap masyarakat berkomitmen menjaga dan memanfaatkan hutan.

Untuk memulihkan ekologi dimulai dari hutan, lingkungan dan ekonomi, dengan cara menjadikan hutan sebagai konservasi agar bisa diambil manfaatnya. Dengan kegiatan ini, kita mengharapkan bisa menjaga ekologi hutan dengan mengembalikan kelestariannya agar dapat diambil manfaatnya pada 10 sampai 20 tahun kedepan, seperti udara yang baik, air dan lingkungan yang asri,” jelasnya.

Hadir mendampingi Bupati Ngawi, 1Administratur (ADM) Perhutani KPH Ngawi Tulus Budyadi, Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Provinsi Jawa Timur dan Kepala OPD terkait.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Nawa Cita Presiden RI, terkait reformasi agraria dalam menyejahterakan masyarakat dipinggir kawasan Perhutanan melalui pemanfaatan lahan hutan dengan program Kulin KK (Pengakuan Perlindungan Kemitraan Kehutanan) yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH).

Pada kesempatan ini, Bupati Ngawi didampingi Administratur Perhutani KPH Ngawi melakukan penanaman pohon secara simbolis.

Bupati Ngawi didampingi Administratur Perhutani KPH Ngawi melakukan penanaman pohon secara simbolis di Dusun Kayutmulyo, Desa Guyung, Kecamatan Gerih pada Senin (15/11/21).

Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Ngawi, Tulus Budyadi menyampaikan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari SK Kulin KK yang diberikan oleh KLH kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kayutmulyo Nomor 75.11 tanggal 17 September 2019 dan program Bantuan Pengembangan Perhutani Sosial Nusantara (Bang Pesona) dari BPSKL.

Sumber: @ngawikab_

Sambang Desa Sekaralas, Bupati Ngawi Gencarkan Subuh Bergerak dan Tinjau Vaksinasi

Sambang Desa Sekaralas, Bupati Ngawi Gencarkan Subuh Bergerak dan Tinjau Vaksinasi

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono melaksanakan kegiatan sambang desa di Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren pada Senin (15/11/21). Kehadiran orang nomor satu di Ngawi itu didampingi Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko dan Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Heru Kusnindar.

Kunjungan Bupati Ngawi di Desa Sekaralas diawali dengan melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid Darul Falah. Dalam arahannya Ony mengatakan kegiatan Subuh Bergerak dan Sambang Desa sebagai sarana silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat untuk membangun Kabupaten Ngawi.

“Hal ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Daerah mewujudkan masyarakat Ngawi sejahtera, adil dan makmur,” katanya.

Melalui Subuh Bergerak, Bupati juga berpesan agar masyarakat dapat lebih menghargai waktu dengan melakukan hal yang positif. Dia berharap dengan kegiatan ini dapat membangun dan membentuk kepribadian yang berakhlakul karimah.

Juga membangkitkan serta meningkatkan semangat kualitas etos kerja di masyarakat agar memulai aktivitas keseharian lebih pagi sehingga bisa menjalankan kegiatan lebih optimal,” tandasnya.

Usai melaksanakan Sholat subuh berjamaah, Bupati Ngawi beserta rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau pelaksanaan vaksinasi di Balai Sesa Sekar Alas.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan sambutannya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Balai Desa Sekaralas, Senin (15/11/21)

Pada kesempatan ini, Ony menyampaikan bahwa percepatan vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu program prioritas untuk menekan penyebaran Covid-19 serta menurunkan status PPKM ke level 1 di Kabupaten Ngawi. Dengan demikian dia berharap kegiatan masyarakat dapat kembali pulih seperti sediakala. “Agar kegiatan sosial kemasyarakatan bisa kembali dilakukan,” terangnya.

Apresiasi dia sampaikan kepada tenaga medis yang telah berjuang di masa pandemi Covid-19, serta membantu pemerintah dalam penanggulangan pandemi ini. Di akhir kunjungannya, Bupati Ngawi menyerahkan dokumen kependudukan, bantuan sarana olahraga bagi karang taruna setempat dan bantuan sembako bagi lansia.

Gelar Budaya Ngawi “Gerbang”, Bangkitkan Ekonomi Pelaku Seni

Gelar Budaya Ngawi “Gerbang”, Bangkitkan Ekonomi Pelaku Seni

SAMBIROTO.NGAWIKAB.ID- Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) mengadakan Gelar Budaya Ngawi (Gerbang) di Pendopo Wedya Graha, Minggu (14/11/21).

Kegiatan yang diikuti para pelaku seni di Kabupaten Ngawi ini direncanakan berlangsung lima hari kedepan mulai Minggu – Jumat (14-19/11/21).

Dampak yang dirasakan para pelaku seni di Kabupaten Ngawi akibat pandemi Covid-19 begitu terasa. Oleh karenanya, pagelaran budaya ini diharapkan mampu membangkitkan geliat ekonomi para pelaku seni.

Gelar budaya dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko diidampingi Kepala Disparpora Ngawi Raden Rudi Sulisdiana. Turut hadir dalam kegiatan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ngawi.

Dikatakan Wabup Ngawi kegiatan ini bisa menjadi ajang berkreasi bagi pelaku seni dan budaya di Kabupaten Ngawi, “Selain itu, dapat mengembangkan seni budaya di Kabupaten Ngawi yang sempat terdampak pandemi Covid-19,” kata Dwi Rianto Jatmiko.

Dia berharap, event ini sebagai titik balik pagelaran seni budaya di Kabupaten Ngawi saat ini dengan mengendepankan protokol kesehatan. “Pandemi Covid-19 ini, mengakibatkan tidak adanya pagelaran seni budaya sehingga berpengaruh terhadap sarana dan prasarananya, termasuk sound system dan tenda. Makanya, dengan kegiatan ini semoga bisa membangkitkan kembali geliat ekonomi pelaku seni beserta penyedia sarprasnya,” harapnya.

Sumber: @ngawikab_