Pariwisata

“DAM Sambiroto”, Spot Wisata Pemancingan

Jika dilihat dari segi geografis Desa Sambiroto dibelah oleh sungai yang membujur dari arah utara menuju selatan. Sungai tersebut membelah Desa Sambiroto menjadi dua bagian, disebelah utara menjadi sepadan untuk Dusun Sambiroto I dan Sambiroto II, di sebelah selatan menjadi sepadan Dusun Bolo I dan Dusun Bolo 2. Namun terdapat anak cabang sungai yang terletak di RT 004 RW 001 Dusun Sambiroto I dan terdapat DAM (bendungan) peninggalan Penjajahan Belanda (VOC) disana.

Letak DAM yang dilalui jalan poros menghubungkan jalan raya Ngawi-Caruban  ke kecamatan Bringin menjadikan tempat ini strategis untuk persinggahan sekedar untuk melepas lelah bagi pengendara yang melalui jalan tersebut, warga yang berkumpul bersenda gurau setelah lelah beraktivitas atau bahasa kekiniannya “tongkrongan”. Di momen tertentu tempat ini juga dijadikan lokasi penyelenggaraan kegiatan desa seperti lomba-lomba dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Ada potensi wisata disitu. Dengan visi yang jelas, pengelolaan yang baik dan terencana secara tidak langsung akan dapat menggerakkan ekonomi tingkat bawah. Sebagai contoh kemarin, Minggu (03/03/2019) sekitar 800 orang lebih tumpah ruah dan penuh antusias mengikuti mancing bersama yang diselenggarakan panitia dari pemuda desa Sambiroto dengan Eko Triyanto, SE anggota Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi. Panitia telah menyiapkan 300 Kg atau sekitar 3000 ekor ikan lele yang dilepas di bendungan. Dengan biaya parkir Rp. 2.000,- ternyata tidak mengurangi antusiasme para pemancing untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Justru dengan pengunjung yang mencapai 800 orang lebih bisa dibilang itu di luar prediksi panitia.

Para Peserta Mancing Bersama Tampak Antusias Memancing di Sisi Kiri Bendungan

Dalam kesempatan itu Eko Triyanto, SE mengajak pada peserta mancing dan semua yang hadir untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah di sungai, mengingatkan pentingnya kebersihan sungai dan air untuk kebutuhan manusia dalam setiap bidang kehidupan, baik untuk sumber air minum maupun pengairan lahan pertanian.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan jam 12.00 WIB tersebut berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti, bahkan terpantau sampai dengan pukul 22.00 WIB masih ada sekitar 100 orang yang bertahan menikmati malamnya dengan memancing, mengingat  masih banyak ikan yang tidak tterkena umpan pancing selama acara mancing bareng digelar.